Dengan raihan omzet tersebut, Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan, laba bersih yang dapat dirangkum perseroan naik hingga 46,66 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Emiten berkode saham WIKA itu memiliki kas sebesar Rp7,24 triliun dengan total utang berbunga Rp8,61 triliun dan total ekuitas Rp13,18 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Saham Perbankan Diterpa 'Gairah' Positif |
"Rasio utang gross gearing dan net gearing perseroan masing-masing 0,65 kali dan 0,10 kali yang menunjukkan kemampuan perseroan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur masih besar," klaimnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/11).
WIKA meraih kontrak baru sebesar Rp34,67 triliun atau naik 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu berarti, perseroan meraih 80,16 persen target kontrak baru pada 2017 yakni Rp43,25 triliun.
Sejumlah kontrak baru yang diraih antara lain, proyek jalan tol Pasuruan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bontang, pembangunan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Pertamina di Tanjung Sekong.
Hingga Oktober 2017, nilai kontrak yang ditangani WIKA tercatat sebesar Rp99,2 triliun atau 96,13 persen dari target kontak sampai akhir tahun ini yang senilai Rp103,24 triliun.