BEI dan OJK Kaji Aturan Penjatahan Saham IPO

Agustiyanti , CNN Indonesia | Selasa, 05/12/2017 16:14 WIB
BEI dan OJK Kaji Aturan Penjatahan Saham IPO Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tengah mengkaji aturan porsi penjatahan saham investor ritel dan institusi saat IPO. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tengah mengkaji aturan porsi penjatahan saham investor ritel dan institusi pada saat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Penjatahan dilakukan agar likuiditas transaksi terjaga.

"Kami sedang kaji alokasi porsi penjatahan saham dalam IPO. Porsi fix allotment (penjatahan pasti) dan pooling allotment (penjatahan terpusat) kadang-kadang lebih besar yang fix, sementara pooling yang dijual ke masyarakat kecil sehingga harga sahamnya kurang atraktif," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat dikutip dari Antara, Selasa (5/12).

Ketentuan alokasi penjatahan saham tersebut, menurut Samsul, selama ini tidak diatur dan baru akan diatur nantinya dalam peraturan OJK. Rencananya, alokasi untuk publik lebih besar sehingga mendorong aktivitas perdagangan.


Saat ini, lanjut dia, porsi fix allotment saham IPO mayoritas dimiliki oleh investor institusi yang hanya likuid di masa-masa awal. Pasalnya, karakteristik investasinya berorientasi jangka panjang.

"Nanti pengalokasiannya pooling-nya yang besar, sekarang tidak ada aturannya. Di beberapa negara pooling allotment cukup besar sekitar 5 persen hingga 10 persen dari jumlah saham yang akan dilepas," katanya.


Terkait IPO pada 2017 ini, Samsul Hidayat optimistis target sebanyak 35 perusahaan yang bakal melantai di bursa efek bakal terealisasi. Hingga hari ini (5/12), sebanyak 31 perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI melalui mekanismee IPO.

"Sudah ada 31 perusahaan resmi mencatatkan sahamnya, nanti ada lagi pada tanggal 13 Desember. Berarti, tinggal tiga perusahaan lagi yang akan dicatatkan di 2017 ini," terangnya. (agi/agi)