Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk memangkas target kunjungan wisman pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisman. Seiring penurunan target kunjungan tersebut, sumbangan devisa dari wisman pun diperkirakan akan ikut turun dari US$18 miliar menjadi US$14 miliar.
"Tahun ini 15 juta wisman, mengingat kejadian meletus gunung api jadi shortage 1 juta." ujar Arief di Jakarta, Kamis (7/12).
Kendati erupsi gunung agung masih berlangsung, Arief mengaku tetap akan mengandalkan Bali sebagai prioritas utama dalam menaikkan industri pariwisata di tahun depan. Pasalnya, selama ini Bali berkontribusi mencapai 40 persen dari total keseluruhan industri pariwisata di tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila dampak erupsi Gunung Agung masih berkepanjangan hingga tahun depan dan mengganggu penerbangan, Ia mengaku pemerintah akan menyiapkan alternatif dengan perjalanan lewat Banyuwangi.
"Kami akan pikirkan naik sampai Banyuwangi, kemudian dari Banyuwangi lewat darat seandainya bandara tutup," sambung dia.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, penurunan ini disebabkan oleh status awas Gunung Agung sejak akhir September lalu. Namun, pasca erupsi Gunung Agung belum lama ini, Suhariyanto belum dapat memastikan secara pasti dampaknya terhadap total kunjungan wisman di Indonesia (agi)