Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang (BI) Suhaedi mengatakan, jumlah tersebut memenuhi ketersedian uang untuk transaksi tunai masyarakat.
Ia menuturkan, meskipun saat ini terjadi peningkatan signifikan dari uang nontunai, kebutuhan uang tunai untuk transaksi dinilai masih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jumlah Peredaran Uang Palsu 'Seret' di 2017 |
Hal tersebut terlihat dari jumlah uang yang diedarkan oleh BI sebesar Rp694,8 triliun per 31 Desember 2017 atau meningkat sebanyak 13,4 persen dari tahun sebelumnya.
Selanjutnya dari sisi distribusi, jumlah uang yang didistribusikan di tahun lalu dari kantor pusat BI ke seluruh Indonesia meningkat sebesar 23,6 persen dibandingkan 2016 lalu.
"Jumlah uang yang dikirimkan dari kantor pusat itu mencapai Rp311,1 triliun dan ini sarana transportasi melalui darat laut dan bila diperlukan melalui udara," terang Suhaedi.
Di tahun ini, BI membuka 57 kantor kas titipan dan realisasi peningkatan jangkauan tersebut lebih cepat satu tahun dari yang ditargetkan.
"Karena kami hanya memiliki kantor wilayah sebanyak 44, sementara daerah harus lebih dari 515 kabupaten/kota, maka kami melakukan kerja sama dengan perbankan baik dengan bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun Bank Perkreditan Daerah (BPD) membentuk kantor kas titipan," pungkasnya. (bir)