Pengumuman Impor Beras Seret Harga Beras Turun Rp700 per Kg

SAH, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 09:41 WIB
Pengumuman Impor Beras Seret Harga Beras Turun Rp700 per Kg Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pengumuman impor beras seret harga beras turun hingga Rp700 per kilogram. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, pengumuman rencana impor beras beberapa waktu lalu sukses menyeret turun harga hingga Rp700 per kilogram (kg). Nah, setelah pemerintah mengumumkan impor beras, ia mengklaim, kini tak ada tren kenaikan harga yang berarti.

"Sesudah kami umumkan impor, terjadi juga penurunan sampai beberapa ratus rupiah sampai dengan Rp700," tutur Enggar dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis (18/1).

Kendati demikian, ia mengakui, memang penurunan harganya belum kentara. Maklum, pedagang beras di pasaran masih membutuhkan pasokan tambahan.


"Tidak bisa dipaksa terlalu jauh turunnya karena supply-nya (pasokan) yang harus didorong," katanya.

Ia berharap, beras impor sudah sampai pada pertengahan Februari 2018 nanti. Dengan demikian, harga beras medium dapat berangsur normal kembali.

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan, perseroan melalui situs resminya telah mendorong eksportir dari negara-negara tujuan impor untuk menjadi penyedia pasokan beras kepada Bulog.

Pengumuman tersebut katanya sudah ditutup sejak malam tadi dan diharapkan esok (19/1) sudah bisa setuju dengan pihak eksportir.

"Dan insyaallah bisa dilakukan lelang untuk menentukan siapa eksportir yang bisa memasok," terang Djarot.

Eksportir tersebut nantinya, kata Djarot, tidak boleh memasok beras melebihi waktu yang ditentukan, yakni akhir bulan depan.

Ia mengatakan, untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton diperlukan sekitar 25 kapal dengan asumsi satu kapal dapat memuat 20 ribu ton.

Sementara berdasarkan perhitungannya kapal pertama  bisa sampai di Indonesia pada pertengahan Februari 2018.

"Kalau besok sudah ada keputusan pemenang tender dengan jumlah sebanyak 500 ribu ton, paling tidak dibutuhkan 25 kapal. Kapal pertama datang paling cepat 10-15 hari,”pungkasnya. (bir)