Ketua OJK Wimboh Santoso menuturkan, arus modal asing tersebut mendorong imbal hasil (yield) SBN turun 141 bps sepanjang tahun lalu. Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tren yang meningkat, ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah di level 6.355, tumbuh 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Ini menempatkan IHSG masuk dalam empat besar indeks bursa utama dengan kinerja terbaik di kawasan Asia-Pasifik," ujar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan OJK di Jakarta, Kamis (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi peringkat utang, Standard and Poor's juga memperbaiki peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Dengan demikian, saat ini, tiga lembaga pemeringkat telah memberikan status investment grade.
"Fitch rating bahkan meningkatkan kembali peringkat utang Indonesia sebesar satu notch dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil," terang dia. (agi)