Produk Unitlink Dinilai Belum Terpengaruh Rekor IHSG

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 18:10 WIB
Produk Unitlink Dinilai Belum Terpengaruh Rekor IHSG Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meroket hingga ke level 6.635 pada penutupan kemarin, tak serta merta mengerek potensi investasi produk unitlink. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meroket hingga ke level 6.635 pada penutupan kemarin, tak serta merta mengerek potensi investasi produk unitlink.

Unitlink merupakan produk proteksi sekaligus investasi dari asuransi jiwa, sehingga nasabah membayar premi untuk dua hal tersebut.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, hal ini karena unitlink merupakan produk investasi jangka panjang, sehingga ketika nasabah memutuskan mengambil produk tersebut, tentu akan lebih memikirkan sentimen jangka panjang.



Sedangkan perubahan IHSG, meski dalam tren yang terus naik, tetap dikhawatirkan sebagai hal yang sementara. Hal ini membuat nasabah tetap akan berhati-hati untuk mengambil investasi unitlink maupun mengajukan penarikan sebagian atas unitlink yang dimilikinya.

"Ketika IHSG rendah atau tinggi, penjualan (unitlink) tetap berjalan saja. Artinya, masyarakat sudah tahu bahwa unitlink bukan investasi jangka pendek, tapi panjang, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh dengan kondisi IHSG," ujar Hendrisman, Rabu (24/1).

Namun, secara keseluruhan, ia melihat potensi pertumbuhan investasi unitlink akan terus meningkat karena minat masyarakat untuk melakukan investasi terus bertambah dari waktu ke waktu. Sayang, ia belum bisa memberi estimasi berapa pertumbuhannya untuk tahun ini.

Kendati begitu, Hendrisman memperkirakan secara keseluruhan, pertumbuhan premi asuransi jiwa bisa menembus kisaran 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada tahun lalu. Dari perkiraan itu, dipastikan investasi unitlink juga memiliki pertumbuhan yang tak jauh berbeda. (gir/gir)


BACA JUGA