BTPN dan Sumitomo Mitsui Indonesia Bakal Merger

Agustiyanti, CNN Indonesia | Senin, 29/01/2018 13:05 WIB
BTPN dan Sumitomo Mitsui Indonesia Bakal Merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan melakukan proses penggabungan usaha atau merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada tahun ini. (Dok. BTPN)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyatakan bakal mulai memproses penggabungan (merger) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada tahun ini.

"Kamis kemarin (25/1), kami menerima surat dari SMBC (Sumitomo Mitsui Banking Corporation) yang menyampaikan bahwa mereka menganalisis merger dengan SMBC Indonesia, ini akan positif," ujar Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal di Jakarta, Senin (29/1).

Anika menjelaskan, kedua manajemen bank memandang proses penggabungan tersebut sebagai hal positif. Saat ini, diakui Anika, kedua bank memiliki fokus yang berbeda. BTPN memiliki fokus ke sektor ritel, sedangkan Sumitomo Mitsui Indonesia saat ini memiliki fokus di segmen korporasi.

"Kami belum tahu nantinya bisnis akan ke mana, tapi saat ini kami akan jalankan business as usual," terang dia.


Dengan merger tersebut, menurut Anika, SMBC yang saat ini memegang 40 persen saham BTPN berpeluang memiliki saham lebih besar pada bank hasil merger. Pasalnya, saat ini, SMBC memiliki 98 persen saham pada Sumitomo Mitsui Indonesia. Merger juga diklaim Anika, ikut mendukung program konsolidasi perbankan yang tengah didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini.

"Sekarang (SMBC) sudah mayoritas dengan saham 40 persen. Nanti kemungkinan akan di atas (50 persen), tapi tergantung bagaimana valuasinya nanti," ungkap dia.

Mengutip Reuters, CEO SMFG, Takeshi Kunibe sebelumnya memaparkan keinginannya untuk menaikan saham BTPN lebih dari posisi saat ini yang hanya sebesar 40 persen. Kepemilikan saham tersebut dilakukan melalui SMBC.

"Atas persetujuan yang sesuai dengan aturan, kami ingin meningkatkan kepemilikan saham dan memegang mayoritas di masa depan," papar Kunibe. (lav/lav)