"Kamis kemarin (25/1), kami menerima surat dari SMBC (Sumitomo Mitsui Banking Corporation) yang menyampaikan bahwa mereka menganalisis merger dengan SMBC Indonesia, ini akan positif," ujar Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal di Jakarta, Senin (29/1).
Anika menjelaskan, kedua manajemen bank memandang proses penggabungan tersebut sebagai hal positif. Saat ini, diakui Anika, kedua bank memiliki fokus yang berbeda. BTPN memiliki fokus ke sektor ritel, sedangkan Sumitomo Mitsui Indonesia saat ini memiliki fokus di segmen korporasi.
"Kami belum tahu nantinya bisnis akan ke mana, tapi saat ini kami akan jalankan business as usual," terang dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang (SMBC) sudah mayoritas dengan saham 40 persen. Nanti kemungkinan akan di atas (50 persen), tapi tergantung bagaimana valuasinya nanti," ungkap dia.
Mengutip Reuters, CEO SMFG, Takeshi Kunibe sebelumnya memaparkan keinginannya untuk menaikan saham BTPN lebih dari posisi saat ini yang hanya sebesar 40 persen. Kepemilikan saham tersebut dilakukan melalui SMBC.
"Atas persetujuan yang sesuai dengan aturan, kami ingin meningkatkan kepemilikan saham dan memegang mayoritas di masa depan," papar Kunibe. (lav)