Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Hendranata menilai, populasi penduduk Indonesia yang terus bertambah juga membuat sektor ritel masih menarik perhatian. Dengan demikian, kredit ritel diperkirakan menanjak dari total kredit ritel tahun 2017 sebesar 5,2 persen.
"Lalu juga transportasi dan komunikasi juga masih menarik," ungkap Anton, Rabu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu non performing loan (rasio kredit bermasalah) sudah mendekati tiga persen tahun lalu, biasanya perbankan akan sangat hati-hati," papar Anton.
"Untuk menjaga rasio kredit bermasalah tahun ini perbankan harus menghindari sektor komoditas karena rasioanya tinggi sekali tahun lalu," jelas Anton.
Misalnya saja, rasio kredit bermasalah khusus untuk kredit pertambangan masih berada di level 7,2 persen, atau sama dengan tahun 2016. Padahal, harga beberapa harga komoditas sudah mulai meningkat.
"Sektor komoditas memang tidak stabil, sangat rentan dengan gejolak harga," imbuh Anton. (lav)