Adapun secara keseluruhan tahun, surplus neraca pembayaran Indonesia tercatat sebesar US$11,6 miliar, turun tipis dibanding posisi 2016 sebesar US$12,1 miliar.
Deputi Direktur Departemen Komunikasi Junanto Herdiawan menjelaskan, surplus NPI pada kuartal empat tahun lalu masih ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang berasal dari investasi langsung dan portofolio. Kendati demikia, jumlahnya turun dari US$10,4 miliar pada kuartal sebelumnya menjadi US$6,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, defisit transaksi berjalan membengkak dari US$4,6 miliar pada kuartal sebelumnya menjadi US$5,8 miliar. Membengkaknya defisit transaksi berjalan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan barang yang disertai peningkatan defisit neraca jasa.
dengan kenaikan impor barang.
BI juga mencatat, penurunan surplus neraca pembayaran sepanjang tahun lalu dibanding 2016 disebabkan oleh meningkatnya defisit transaksi berjalan dari US$16,3 miliar pada 2016 menjadi US$17,3 miliar. Sementara itu, transaksi modal dan finansial naik tipis dari US$29,3 miliar menjadi US$29,9 miliar.
Kendati surplus neraca pembayaran turun, BI mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi USD130,2 miliar, tertinggi dalam sejarah. (agi)