Pasokan Panen Datang, Harga Beras Cipinang Susut Tipis

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Sabtu, 10/02/2018 15:05 WIB
Pasokan Panen Datang, Harga Beras Cipinang Susut Tipis Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang cenderung menurun, meski belum signifikan karena pasokan beras baru berdatangan dari sebagian daerah sumber produksi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang cenderung menurun, meski belum signifikan karena pasokan beras baru berdatangan dari sebagian daerah sumber produksi.

Hal itu diketahui dari sejumlah pedagang yang memadati Pasar Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (10/2).

Uwi, salah satu penjual mengatakan bahwa harga beras sudah turun sekitar Rp200-500 rupiah per kilogram (kg) beberapa hari ini. Hal itu karena pasokan beras mulai berdatangan.

"Pasokan sudah mulai banyak, tinggal menunggu panas saja untuk mengeringkan gabah. Makanya kalau saya melihat harga beras sudah cenderung menurun sekitar Rp200-500 per kg," katanya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pada Sabtu (10/2) di PIBC, Jakarta.


Pada kesempatan yang sama, pedagang lain, Koh Ayong mengungkap hal serupa. Pasokan panen terus berdatangan ke PBIC, namun masih kurang sehingga belum bisa menekan harga beras yang tinggi.

"Setahu saya harga masih tinggi walaupun pasokan sudah mulai banyak. Kualitasnya memang belum terlalu bagus untuk panen pertama ini, tetapi ada pilihanlah buat pembeli," jelasnya singkat.

Suratman, penjual yang bertahun-tahun berada di PBIC mengatakan pasokan beras yang masuk ke gudang berasnya baru berasal dari daerah Jawa Tengah seperti Demak, Solo dan Sragen. Sementara itu untuk wilayah lain termasuk Karawang dan Bekasi yang menyumbang kontribusi besar belum bisa mengirim hasil panen.

"Harga ya segitu saja walaupun turunnya sekitar Rp500-1000. Pasokan kita masih banyak, tapi kualitasnya masih belum bagus. Beras yang datang baru dari daerah Jawa Tengah aja," jelas pria yang kerap disapa Surat itu.

Pembeli asal Jatinegara bernama Paeng merasakan harga beras sudah turun di kisaran Rp500-1000 per kg. Di sisi lain, Dahlan, pembeli beras asal Madura menilai kualitas beras masih belum terlalu baik.

"Beras sudah turun hampir Rp1000 per kg, tapi kualitasnya masih sama dengan yang mahal kemarin itu. Tapi tidak apa apa karena tetap harus ada yang dijual," ujar Dahlan.

Sementara itu, dilansir dari laman foodstation.co.id, stok beras awal di PBIC per 9 Februari berada di angka 21.484 ton. Pasokan akhirnya berada di 23.299 ton padahal stok minimum PBIC 30 ribu ton. (lav/lav)