Usai PHK, Eks Karyawan 7-Eleven Susah Dapat Kerja

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 12:42 WIB
Usai PHK, Eks Karyawan 7-Eleven Susah Dapat Kerja Sebagian besar eks pegawai PT Modern Sevel Indonesia (MSI), bekas pengelola gerai 7-Eleven (Sevel), kesulitan mendapatkan pekerjaan baru karena tak muda. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian besar eks pegawai PT Modern Sevel Indonesia (MSI), bekas pengelola gerai 7-Eleven (Sevel), kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Pasalnya, rata-rata usia mereka sudah tak lagi muda.

Latifah (46), misalnya, mengaku ingin membuka usaha dagang dengan bermodalkan uang pesangon dari pengabdiaannya selama 25 tahun di Modern Internasional. Pada tahun 2009, perusahaan memindahkannya ke anak usaha Modern

Saya melamar ke sana-sini tidak ada yang menerima. Dari pengalaman mungkin bisa, tapi dari usia kan," ujar Latifah di sela aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen perusahaan, Rabu (21/2).



Setelah diberhentikan MSI per 30 Juni 2017, Latifah saat ini sibuk mengurus anak. Dapur keluarga hanya bisa mengebul dari hasil kerja sang suami sebagai pengemudi ojek daring.

Latifah ingin membuka usaha dagang mengingat ia harus menghidupi tiga orang anak. Anak pertama Lativa tahun ini lulus SMA dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Anak keduanya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dan si bungsu masih balita.

"Inginnya membuka usaha, tetapi bagaimana. Pesangon belum dibayar. Tidak ada modal," ujarnya.

Besaran pesangon Latifah cukup lumayan, mengingat nilai pesangon sesuai ketentuan setara dengan dua kali gaji pokok dikali lama kerja.

Sayangnya, hingga kini, uang pesangon tersebut belum juga dibayarkan induk perusahaan MSI, PT Modern Internasional Tbk.

Latifah berharap perusahaan segera memenuhi hak bekas pegawainya sesuai ketentuan.

"Kalau pesangon hanya satu kali gaji pokok dikali masa kerja saya akan terima. Asal jangan nol," ujarnya.

Senada dengan Latifah, Eti Darma juga mengalami kendala yang sama. Di usianya yang hampir kepala lima, ia mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.

Usai PHK, Eks Karyawan 7-Eleven Susah Dapat Kerja(CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)

"Kalau kerja lagi kayaknya kemungkinan dapatnya kecil," ujarnya.

Harapannya sekarang bertumpu pada uang pesangon yang dijanjikan dibayar untuk membuka usaha.

"Saya ingin punya usaha sendiri seperti buka warung makan," ujarnya.

Wanita beranak tiga ini mengaku kesal karena perusahaan tak juga membayar haknya. Padahal, ia masih punya tiga anak yang masih sekolah dan suaminya hanya buruh pabrik.

Sementara, Budi Harto (29) termasuk beruntung. Pasalnya, ia kini telah mendapatkan pekerjaan baru sebagai karyawai gerai ritel asal China Miniso di Jakarta.

Menurut Budi, sebagian besar pegawai tetap Sevel memang berasal dari comotan karyawan group Modern Internasional yang masa baktinya lebih dari sepuluh tahun. Usia mereka yang rata-rata sudah kepala empat membuat perusahaan baru enggan merekrut.

Berbeda dengan Latifah dan Eti, Budi baru tujuh tahun bergabung ke Grup Modern. Besaran uang pesangon yang diterima pun tak akan sebesar Lativa dan Eti. Namun, ia berharap perusahaan segera membayaraka uang pesangonnya karena ia ingin melunasi utang.

"Sisa pesangon [setelah membayar utang] paling tak seberapa," ujarnya.


Hingga pukul 12 siang, puluhan mantan pegawai Sevel masih menunggu di depan Gedung Kawai, salah satu gedung milik Modern Internasional. Mereka menuntut manajemen segera memberikan kepastian proses pembayaran pesangon bagi anggota Serikat Pekerja Modern Putera Indonesia yang nilainya Rp17,5 miliar. Sedianya, pesangon seharusnya dibayarkan sebelum 31 Desember 2017.

Ketua Aksi Sumarsono mengatakan pihak manajemen sudah menyatakan bersedia untuk menemui perwakilan peserta aksi unjuk rasa siang ini. Pada pukul 12.15, pertemuan kedua belah pihak berlangsung.

"Saya sekarang menunggu pengacara saya," ujar Sumarsono. (gir/bir)