Pemerintah Siapkan Kawasan Ekonomi untuk Universitas Asing

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 12:08 WIB
Pemerintah Siapkan Kawasan Ekonomi untuk Universitas Asing Pemerintah berencana menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk perguruan tinggi asing yang membuka cabangnya di Indonesia. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk perguruan tinggi asing yang membuka cabangnya di Indonesia.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, masuknya perguruan tinggi asing di KEK tersebut, merupakan syarat dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi asing di dalam negeri.

KEK ini, kata Nasir, akan dibangun di wilayah Tangerang, Banten di atas lahan seluas 30 hektar milik Kementerian Pertanian (Kementan). Lokasi tersebut dinilai strategis, karena dekat dan terjangkau dari ibukota.



"Pertama satu dulu saja, itu Tangerang. Kami segera konsultasi dengan Pak Menko Perekonomian (Darmin Nasution) dan akan kami sampaikan ke Presiden," terangnya setelah rapat Koordinasi KEK di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/2).

Ia menambahkan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan kepada beberapa perguruan tinggi asing seperti Universitas Cambridge, Imperial College, dan London School of Economics dari Inggris. Kemudian dari Australia ada Monash University dan Amerika ada Massachusetts Institute of Technology (MIT).

"Australia yang sudah hubungi, nanti kami komunikasinya lebih intensif, apa yang mereka butuhkan, bagaimana membangun Perguruan Tinggi di Indonesia supaya reputasi perguruan tinggi makin baik," terang dia.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada Menristekdikti untuk membangun Politeknik Pertanian di wilayah KEK tersebut.


"Kami harapkan kedepan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk membangun semacam politeknik mekanisasi katakanlah teknologi pertanian," terangnya dalam kesempatan yang sama.

Hal itu kata Amran bertujuan untuk menopang sektor pertanian Indonesia. Pasalnya kata Amran Indonesia adalah negara agraris dengan 60 persen masyarakat Indonesia bergerak di sektor pertanian.

"Kita tidak bisa bersaing tanpa teknologi tanpa mekanisasi pertanian, sehingga dengan ini diharapkan kami bisa mencetak manusia-manusia handal dari perguruan tinggi yang kami bangun, kami ikut deh dengan Menristekdikti," kata Amran. (gir/gir)