Senior Vice President (SVP) Consumer Loans Bank Mandiri Harry Gale mengatakan perbankan pelat merah itu menargetkan penyaluran KPR bisa naik sekitar 15 persen dari realisasi tahun lalu. Hal itu bisa diperoleh dengan membidik kalangan milenial. Pasalnya, masih banyak yang belum menikmati fasilitas KPR, sehingga menjadi peluang bagi bank untuk memasarkan fasilitasnya.
"Milenial ini kan suka lifestyle (gaya hidup). Jadi supaya lifestyle tetap, tapi tetap bisa beli rumah, karena harga rumah lebih cepat naik dari pendapatan. Jadi bisa dengan penawaran ini," ujar Harry di kantornya, Kamis (22/2).
Untuk menggaet debitur dari kalangan milenial, Bank Mandiri akan menawarkan suku bunga sebesar 5,5 persen berlaku tetap untuk dua tahun dan 6,55 persen berlaku tetap untuk tiga tahun selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pengajuan persetujuan KPR dipastikan akan lebih cepat, yaitu hanya satu hari khusus untuk nasabah Bank Mandiri dan nasabah yang membeli properti di developer yang rekanan.
"Syaratnya, minimal penghasilan (calon debitur) sebesar Rp2 juta per bulan untuk yang (membeli rumah) di luar Jakarta dan di Jakarta penghasilannya Rp2,5 juta per bulan. Usianya mulai 21 tahun," terangnya.
"FLPP tidak masuk, jadi hanya komersial tipe. Sekarang ini harga rumah Rp200 juta yang mendominasi penjualan dari pengembang, jadi rata-rata di bawah Rp500 juta. Tapi backbone dengan pengembang sampai Rp1 miliar," katanya.
Sementara untuk lokasi rumah, Harry bilang, fasilitas KPR ini tersebar di Jakarta dan di luar Jakarta. Namun, lebih banyak di luar Jakarta.