Bank Bukopin Catat Aliran Kredit Rp74 T di Sepanjang 2017

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 08:39 WIB
Bank Bukopin Catat Aliran Kredit Rp74 T di Sepanjang 2017 Bank Bukopin mencatat aliran kreditnya mencapai Rp74 triliun di sepanjang tahun lalu atau tumbuh delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Bukopin Tbk mencatat aliran kreditnya sebesar Rp74 triliun di sepanjang tahun lalu. Angka itu meningkat sekitar delapan persen dibandingka dengan 2016 lalu.

Direktur Retail Bank Bukopin Heri Purwanto menyebut, sebagian besar kredit disalurkan untuk segmen konsumer. Dalam hal ini, perusahaan menggabungkan sektor konsumer hingga Unit Kecil dan Menengah (UKM) di bawah segmen kredit ritel.

"Untuk kredit korporasi hanya penyeimbang saja. Jadi, misalnya kredit konsumer sedang sepi, ya korpoasi diperbesar," ujarnya Kamis (22/2).


Porsi kredit untuk korporasi umumnya hanya berkisar 20 persen, sedangkan 80 persen sisanya dikuasai oleh kredit segmen ritel. Namun begitu, nominal kredit yang dikucurkan untuk korporasi dengan ritel tentu berbeda jauh.


"Satu kredit untuk korporasi saja besar, seperti ular kan langsung matok banyak," tutur dia mengibaratkan.

Sementara, total penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang tahun lalu sebesar Rp2,1 triliun atau naik 16,66 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun. Namun, angka pertumbuhan itu secara nominal masih lebih rendah dibanding dengan tahun 2016.


"Tahun 2017 dengan kondisi ekonomi yang kurang bersahabat kami agak turun," jelas Heri.

Makanya, perusahaan akan lebih menggenjot KPR tahun ini dengan menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp3,3 triliun atau bertambah sebesar Rp1,2 triliun dibandingkan posisi 2016.

"Prospek membaik dan juga tingkat kelancaran kredit bagus, khusus di KPR bagus," katanya.


Ia mengklaim, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net khusus KPR sendiri masih di bawah dua persen dari total NPL net yang mencapai lebih dari tiga persen.

"KPR yang paling besar kalau di luar Jakarta itu di Surabaya," jelas Heri.

Adapun, secara keseluruhan Bank Bukopin menargetkan penyaluran kredit senilai Rp79 triliun - Rp80 triliun pada tahun ini. Dengan kata lain, manajemen berharap kenaikan kredit tahun ini masih satu digit atau dikisaran enam persen.


Target itu lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun ini. Manajemen mengakui tengah melakukan konsolidasi terlebih dahulu, dengan mengedepankan kualitas dari kuantitas.

Secara keseluruhan, Heri menilai, masyarakat atau pelaku usaha masih menunggu (wait and see) dengan kondisi ekonomi. Terlebih lagi, tahun ini merupakan tahun politik karena ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 171 wilayah dan dilanjutkan tahun 2019 dengan pemilihan presiden (pilpres).

"Jadi, insan perbankan ya sedikit hati-hati juga dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi saya yakin tetap ada keberanian untuk permintaan kredit," pungkasnya. (bir)