Badan Geologi Siapkan Peta Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 09:34 WIB
Badan Geologi Siapkan Peta Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Badan Geologi Kementerian ESDM menyiapkan peta kajian rinci geologi rinci dan mikrozonasi untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan peta kajian aspek geologi rinci dan mikrozonasi untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di daerah Walini dan sekitarnya. Peta kajian tersebut nantinya akan dijadikan panduan untuk pembangunan di kawasan itu, termasuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dalam rangka persiapan penyusunan peta kajian, Tim Badan Geologi meninjau lokasi proyek pembangunan stasiun Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di wilayah Perkebunan Teh Walini di Maswati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (8/3) kemarin.

"Selain stasiun kereta cepat, di lokasi tersebut nantinya juga akan dibangun kawasan hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) dan agro-industry tourism. Karenanya, kajian geologi dibutuhkan agar pembangunan di wilayah tersebut tidak membahayakan lingkungan," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, Jumat (9/3).



Peta geologi rinci tersebut akan dibuat berdasarkan hasil kajian yang meliputi analisis daya dukung tanah dan batuan, kestabilan lereng dan mikrozonasi. Kajian dilakukan di Zona B1 seluas 200 hektare (ha) dan Zona B2 seluas 1.200 ha.

Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar menyampaikan bahwa analisis daya dukung tanah dan batuan terhadap bangunan ini dilakukan untuk menjamin bangunan berfungsi dengan baik, aman, tidak mengalami keruntuhan dan penurunan tanah yang berlebihan.

"Analisis kestabilan lereng juga dilakukan untuk menentukan tingkat kestabilan lereng dalam kondisi jangka pendek maupun jangka panjang, memperkirakan kemungkinan longsoran dan mempelajari efek pembebanan seismik pada lereng," katanya.

Sementara, studi mikrozonasi seismik untuk membuat zona-zona berdasarkan perbedaan intensitas guncangan yang mungkin terjadi dengan menggunakan data kondisi tanah setempat.


Kajian yang dilakukan juga meliputi potensi gerakan tanah dan kegempaan, mana yang termasuk kategori rawan ringan, sedang, hingga tinggi. Peta kajian ini diharapkan bisa digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan agar terlindungi dari potensi bencana.

Pelaksanaan kajian telah dimulai sejak 19 Februari 2018. Badan Geologi menargetkan kajian ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga dapat mendukung pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kajian ini akan dilakukan selama dua bulan ke depan, sekitar April nanti kami akan serahkan peta tersebut ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang," terang Sinung Baskoro, Kepala Bidang Pemetaan Pusat Survei Geologi. (bir)