Ia menyampaikan enam alasan utama keuntungan investasi di Indonesia. Pertama, karena kondisi ekonomi Indonesia dinilainya sangat solid. Sektor jasa keuangan pun tengah dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk tumbuh.
"Kedua, semua lembaga pemeringkat global telah memperbaiki peringkat resiko investasi (sovereign credit rating) Indonesia dan mengantongi predikat layak investasi (investment grade)," ujarnya, melalui keterangan resmi, Sabtu (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, Lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information Inc (R&I) meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB- ke BBB, menyusul Fitch and Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR).
Ketiga, indeks daya saing global Indonesia meningkat dari 41 pada 2017 menjadi 36 pada 2018. Keempat, dalam laporan Bank Dunia peringkat kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) Indonesia naik 34 peringkat dari posisi 91 ke posisi 72 pada 2017.
Dengan demikian Wimboh mengundang para investor dari Inggris untuk ambil bagian memarkirkan duitnya di Indonesia.
"Saya kurang puas dengan Inggris hanya diperingkat 11 investasi terbesar di Indonesia kalah dari Belanda yang diperingkat 7. Saya ingin Inggris jadi di peringkat yang pertama," terang Wimboh. (bir)