Ketua OJK Tak Puas Investasi Inggris di RI Kalah dari Belanda

SAH, CNN Indonesia | Sabtu, 17/03/2018 19:29 WIB
Ketua OJK Tak Puas Investasi Inggris di RI Kalah dari Belanda Ketua OJK Wimboh Santoso mengaku tak puas dengan investasi Inggris di Indonesia yang kalah peringkat dengan Belanda. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengajak pengusaha dan investor dari Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi bisa melalui penempatan langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) atau investasi portofolio di pasar modal.

Ia menyampaikan enam alasan utama keuntungan investasi di Indonesia. Pertama, karena kondisi ekonomi Indonesia dinilainya sangat solid. Sektor jasa keuangan pun tengah dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk tumbuh.

"Kedua, semua lembaga pemeringkat global telah memperbaiki peringkat resiko investasi (sovereign credit rating) Indonesia dan mengantongi predikat layak investasi (investment grade)," ujarnya, melalui keterangan resmi, Sabtu (17/3).



Belakangan, Lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information Inc (R&I) meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB- ke BBB, menyusul Fitch and Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR).

Ketiga, indeks daya saing global Indonesia meningkat dari 41 pada 2017 menjadi 36 pada 2018. Keempat, dalam laporan Bank Dunia peringkat kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) Indonesia naik 34 peringkat dari posisi 91 ke posisi 72 pada 2017.

Kelima, peringkat Indeks Infrastruktur Transportasi yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia naik dari posisi 36 di tahun 2017 ke posisi 30 di tahun 2018. Terakhir, US News belakangan menjadikan Indonesia sebagai tujuan investas paling menarik kedua di dunia.


Dengan demikian Wimboh mengundang para investor dari Inggris untuk ambil bagian memarkirkan duitnya di Indonesia.

"Saya kurang puas dengan Inggris hanya diperingkat 11 investasi terbesar di Indonesia kalah dari Belanda yang diperingkat 7. Saya ingin Inggris jadi di peringkat yang pertama," terang Wimboh. (bir)