Atasi Mudik, Pemerintah Godok Aturan Libur Sekolah Lebih Awal

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 23:37 WIB
Atasi Mudik, Pemerintah Godok Aturan Libur Sekolah Lebih Awal Kementerian Perhubungan sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menerbitkan aturan libur lebih awal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk menerbitkan aturan libur lebih awal bagi anak sekolah jelang libur Hari Raya Idul Fitri.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan aturan ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi lonjakan masyarakat yang melakukan mudik atau pulang kampung jelang Lebaran. Dengan begitu, lonjakan mudik tak memuncak pada H-2 atau H-1 Lebaran, namun merata sejak H-8 dan H-7 Lebaran.

"Sudah ditetapkan libur massal dua hari sebelum dan sesudah Lebaran, artinya ada libur 6-7 hari. Nah, kami koordinasikan dengan Kemenpan-RB untuk membuat libur anak-anak bisa 2-3 hari lebih awal," ujar Budi di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (19/3).


Hingga saat ini, aturan ini masih dibahas, sehingga belum dapat dipastikan bisa diberlakukan jelang mudik Lebaran tahun ini atau tidak.


Siasat lain untuk mengatasi lonjakan mudik, pemerintah akan menambah jumlah dan jadwal operasi beberapa moda transportasi.

Dari transportasi darat, pihaknya akan mendorong penambahan kapasitas angkut kereta api sekitar 4-5 persen, baik untuk penumpang dan sepeda motor.
"Kemarin menurut KAI, jatah untuk (angkut) motor gratis sudah habis, tapi kami tambah lagi lima ribu. Jadi kira-kira menjadi 20 ribu (motor)," terangnya.

Lalu, menambah jumlah bus antar kota-antar provinsi menjadi 20 ribu bus. Kemudian, memantau secara ketat, jalur mudik bagi kendaraan pribadi, khususnya di sekitar jalan utama di Pulau Jawa.

"Sehigga dibutuhkan persiapan yang lebih untuk pergerakan (kendaraan pribadi) dari Jakarta ke Jabodetabek hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, itu relatif krusial," katanya.

Dari sektor transportasi laut, pihaknya mendorong penyediaan sebanyak 20 kapal perintis rute Jakarta-Semarang dan sebaliknya untuk mudik gratis. Kapal ini diperkirakan bisa mengangkut sekitar 20-30 ribu orang.


Dari perhubungan udara, kementerian menambah jam operasional mayoritas bandara di Indonesia menjadi 24 jam, termasuk bandara-bandara kecil di pulau-pulau.
"Supaya rotasi peswat yang kembali ke Jakarta dengan leluasa untuk melakukan rotasi. Jadi dia bisa milih kemana saja dan itu mendapatkan produktivitas yang lebih," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar para maskapai yang memiliki pesawat penumpang berskala besar (weight body) agar mengoperasikannya semaksimal mungkin, sehingga pergerakan (movement) pesawat lebih efisien, namun penumpang yang diangkut banyak. (lav/bir)