Menhub Bantah Akan Terapkan Ganjil-Genap di Tol Jagorawi

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 16:17 WIB
Menhub Bantah Akan Terapkan Ganjil-Genap di Tol Jagorawi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah akan menerapkan ganjil genap di tol Jagorawi. Namun, ia akan memberlakukan jalur khusus bus. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah rencana penerapan aturan ganjil-genap nomor kendaraan di ruas tol Jagorawi. Menurut Budi, pemerintah hanya akan memberlakukan aturan jalur khusus bagi bus TransJabodetabek.

"Saya koreksi, untuk Tol Jagorawi hanya menambahkan jalur bus khusus, tidak ada aturan ganjil-genap di sana," ujarnya, Senin (19/3).

Aturan jalur khusus bus itu, sambung dia, akan diterapkan sekitar dua pekan dari sekarang atau pada awal April, setelah semua kajian dirampungkan oleh Kementerian Perhubungan bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jasa Marga, dan Kepolisian.



Meski begitu, ia belum bisa merinci berapa jumlah bus dan besaran tarif yang akan dikenakan bagi bus yang melintas di ruas Tol Jagorawi. "Ini masih kami bahas dengan pihak-pihak terkait," imbuhnya.

Aturan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan ruas tol, sekaligus meningkatkan okupansi dari bus TransJabodetabek.

Bahkan, tak hanya di Tol Jagorawi, rencananya pemerintah juga akan menerapkan aturan jalur khusus bus ini di ruas tol Tangerang.

Namun, untuk tol Tangerang diperkirakan menyamai aturan dengan Tol Jakarta-Cikampek, yaitu beserta aturan ganjil genap dan pembatasan lalu lintas truk.


"Untuk Tangerang, ini mungkin sebelum bulan puasa, kami akan diskusikan jalan arteri mana saja yang akan dipakai," terang Budi.

Budi bilang, aturan lalu lintas di Tol Jagorawi dan Tangerang dilakukan karena pemerintah sukses mengatasi kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Ia mengklaim, jumlah kendaraan berkurang 30 persen, kecepatan naik 22 persen, dan waktu tempuh kendaraan berkurang 40 persen sejak sepekan diterapkannya aturan itu. (bir)