Menhub: Aturan Ganjil-Genap Cikampek Sukses Kurangi Kemacetan

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 15:25 WIB
Menhub: Aturan Ganjil-Genap Cikampek Sukses Kurangi Kemacetan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim aturan ganjil-genap di Bekasi Barat dan Bekasi Timur berhasil mengurangi kemacetan ruas tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku puas dengan aturan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Aturan yang sudah berjalan genap sepekan tersebut diklaim sukses mengurangi kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Menurut catatannya, jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan jalan tol berkurang 30 persen, khususnya pada jam diberlakukannya aturan ganjil-genap, yaitu pukul 06.00 - 09.00 WIB.

Lalu, kecepatan kendaraan meningkat 22 persen, sehingga waktu tempuh kendaraan untuk melintasi ruas tol itu bisa berkurang sekitar 40 persen.



"Bekasi-Cikampek itu berhasil sepenuhnya. Jadi, apa yang kami lakukan di situ adalah regulasi yang masuk akal dan telah berlaku di seluruh dunia," ujarnya, Senin (19/3).
Karenanya, ia meminta agar semakin banyak kalangan masyarakat yang menyetujui dan mendukung aturan ganjil-genap tersebut.

Kendati begitu, Budi Karya menyadari rangkaian kebijakan pengaturan lalu lintas di tol Jakarta - Cikampek belum berhasil dari sisi pengalihan penumpang kendaraan pribadi ke tranportasi umum.


Hal ini tercermin dari tingkat keterisian (okupansi) bus TransJabodetabek Premium yang baru sekitar 30 persen saat aturan ganjil-genap nomor kendaraan berlangsung.
Padahal, pemerintah telah menurunkan tarif bus dari semula Rp20 ribu menjadi Rp10 ribu per penumpang.

Untuk hal ini, Budi Karya bilang, pemerintah perlu mendiskusikannya lebih lanjut dengan para pihak yang berkaitan agar masyarakat lebih tertarik menggunakan bus premium tersebut.

"Ya dua minggu yang saya berikan ke stakeholder untuk mereka diskusi. Jadi, saya berikan keputusan setelah mereka usulkan sesuatu," imbuhnya. (bir)