Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan monitoring angkutan laut dan udara masih sangat lemah. Banyak perubahan yang harus dilakukan terkait dengan konektivitas, data dan monitoring di angkutan laut dan udara.
"Kami harus perkuat monitoring di angkutan laut seperti kapal perintis, kapal logistik, kapal navigasi, dan kapal keamanan. Sementara di udara kami punya konektivitas berkaitan dengan airlines, dan sebagainya," kata Budi dikutip dari siaran pers Kementerian Perhubungan, Kamis (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, selama ini pemerintah telah mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk kapal perintis ini. Namun tidak bisa dipantau volume, perjalanan, dan muatan yang dibawa.
"Navigasi harus lebih sensitif lagi, karena kita punya konektivitas di udara maka ini harus dipantau. Salah satunya di Papua, karena baru pesawat-pesawat kecil yang bisa beroperasi dan menjangkau daerah tersebut." kata Budi.
Patrakom menyediakan sistem Vessel Information System dalam bentuk aplikasi mobile yang dapat memonitor pergerakan kapal secara langsung (real time).
Hal itu kemudian ditampilkan dalam peta secara presisi, mulai dari putaran mesin kapal, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), dan juga mendukung penyediaan layanan Teknologi Informasi (TI) di atas kapal, seperti internet dan perbankan. (lav)