Trump 'Terpaksa' Teken RUU Anggaran US$1,3 Triliun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 24/03/2018 06:28 WIB
Trump 'Terpaksa' Teken RUU Anggaran US$1,3 Triliun Presiden AS Donald Trump menyebut isi dari RUU anggaran yang ditandatanganinya berada dalam kondisi yang memprihatinkan, dan terpaksa menandatanganinya karena membutuhkan dorongan peningkatan anggaran pertahanan (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran belanja pemerintah federal senilai US$1,3 triliun, meskipun merasa tak puas. Penandatanganan tersebut mencegah terjadinya penutupan layanan pemerintah atau government shutdown ketiga pada tahun ini.

Salah satu poin krusial dalam RUU tersebut adalah kenaikan belanja pertahanan AS sebesar US$61 miliar menjadi US$700 miliar. Anggaran tersebut mencakup US$ 1,6 miliar untuk keamanan perbatasan dan pembangunan atau perbaikan pagar perbatasan negara hampir 160 kilometer. Namun, anggaran tersebut masih jauh dibawah target Trump.

Trump menyebut isi dari RUU tersebut berada dalam kondisi yang memprihatinkan, tapi dia mengaku akhirnya menandatangani RUU tersebut karena perlu mendorong peningkatan pada anggaran pertahanan. Berkali-kali menyebut bahwa dia tak punya pilihan.


"Ada banyak hal yang tidak saya sukai dalam RUU ini. Ada banyak hal yang seharusnya tidak kami miliki dalam RUU ini, tetapi kami, dipaksa (untuk memiliki), jika kami ingin membangun militer kami. Tugas tertinggi saya adalah menjaga keamanan Amerika," ujar Trump dikutip dari CNN.com, Sabtu (24/3).


Trump sejak Jumat pagi waktu setempat membuat banyak orang di Washington khawatir akan kembali dilakukannya government shutdown. Ini seiring tweet-nya yang menyebut bahwa dia "mempertimbangkan veto" dari RUU tersebut.

Dikutip dari AFP, lima kali sejak tahun fiskal pemerintahan Trump dimulai pada 1 Oktober, Kongres telah dipaksa untuk meloloskan peraturan pendanaan sementara agar tak terjadi government shutdown, setelah anggtota parlemen gagal mencapai kesepakatan terkait anggaran.


Meskipun menandatangani RUU tersebut, Trump tidak menyembunyikan rasa ketidaksukaannya terhadap proses pemungutan suara cepat yang dipaksakan menjelang batas waktu penutupan.

Presiden berusia 71 tahun itu memperingatkan Kongres bahwa dia tidak akan pernah menandatangani RUU lain seperti ini lagi."

"Saya tidak akan melakukannya lagi. Tidak ada yang membacanya (RUU). Ini hanya beberapa jam lamanya," ujar Trump dengan salinan anggaran setebal 2.232 halaman tertumpuk di atas meja sebelahnya. (CNN)