Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bakal melakukan upaya pembalasan di bidang perdagangan (retaliasi) dengan melarang impor produk dari tertentu dari Uni Eropa, seperti perikanan. Hal itu dilakukan kalau Uni Eropa tetap melakukan larangan impor CPO ke negaranya.
"Memang, jika Eropa tetap memberlakukan hambatan perdagangan tanpa mau mendengar penjelasan Indonesia, selayaknya Indonesia mulai menggunakan instrumen perdagangan misal retaliasi produk," ujar Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Senin (9/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eropa tidak bisa tidak membutuhkan minyak sawit, (neraca) minyak nabati, mereka defisit," ujar Joko.
Sebagai informasi, tahun lalu, total ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 31,05 juta ton atau naik sekitar 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 25,11 juta ton.