Uni Eropa Larang Impor CPO, Gapki Dukung Pembalasan RI

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 08:44 WIB
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bertindak tegas jika Uni Eropa melarang Impor CPO. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bertindak tegas jika Uni Eropa melarang Impor CPO. (CNN Indonesia/Agustiyanti).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bertindak tegas jika Uni Eropa tetap memberlakukan pelarangan impor minyak kelapa sawit (CPO) di negaranya pada 2021 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bakal melakukan upaya pembalasan di bidang perdagangan (retaliasi) dengan melarang impor produk dari tertentu dari Uni Eropa, seperti perikanan. Hal itu dilakukan kalau Uni Eropa tetap melakukan larangan impor CPO ke negaranya.


"Memang, jika Eropa tetap memberlakukan hambatan perdagangan tanpa mau mendengar penjelasan Indonesia, selayaknya Indonesia mulai menggunakan instrumen perdagangan misal retaliasi produk," ujar Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Senin (9/4) malam.


Sebenarnya,lanjut Joko, kondisi neraca minyak nabati Uni Eropa dalam kondisi defisit yaitu sekitar 7 juta hingga 8 juta ton per tahun. Artinya, Benua Biru masih memerlukan impor minyak nabati, salah satunya minyak sawit. Joko menyebutkan ekspor minyak sawit Indonesia ke Eropa setiap tahunnya berkisar 4 juta ton.


"Eropa tidak bisa tidak membutuhkan minyak sawit, (neraca) minyak nabati, mereka defisit," ujar Joko.

Kendati demikian, pelaku industri sawit domestik saat ini telah membidik beberapa pasar pengganti jika Uni Eropa menjalankan rencana larangan tersebut. Beberapa negara yang berpotensi mencaplok pangsa pasar sawit Uni Eropa di antaranya China, Pakistan, Timur Tengah, Pakistan, India, dan negara-negara di Afrika.

Sebagai informasi, tahun lalu, total ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 31,05 juta ton atau naik sekitar 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 25,11 juta ton.

(lav/lav)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK