Jamkrindo Jamin Kredit Konstruksi Kecil Bank Mandiri Rp20 M

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 20:32 WIB
Jamkrindo Jamin Kredit Konstruksi Kecil Bank Mandiri Rp20 M Perum Jamkrindo resmi menjamin pemberian Kredit Modal Kerja untuk sektor konstruksi di segmen UMKM PT Bank Mandiri Tbk dengan nilai proyek Rp15-20 miliar. (REUTERS/Thomas White)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) resmi menjamin pemberian Kredit Modal Kerja (KMK) untuk sektor konstruksi di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai proyek mencapai Rp15-20 miliar.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan penjaminan kredit konstruksi UMKM ini diberikan lantaran masih banyak kontraktor skala kecil yang sulit mendapat kucuran kredit dari perbankan karena tak memiliki agunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Jamkrindo, kontribusi dari segmen UMKM ke perekonomian Indonesia mencapai 61,41 persen. Sayangnya, baru sekitar 22 persen dari total UMKM yang berhasil mendapat akses kredit bank.


Untuk itu, Jamkrindo masuk memberikan jaminan tersebut dan perbankan. Bank Mandiri pun percaya untuk mengucurkan kreditnya.

"Makanya penjaminan kami itu tidak bisa ke main kontraktornya, tapi lebih kepada sub kontraktor, vendor, supplier, dan lainnya yang kecil-kecil, yang di bawah, bukan pemain besarnya," ucap Randi di Kementerian BUMN saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Mandiri, Senin (16/4).

Selain itu, sambung Randi, pemberian jaminan kepada kredit konstruksi UMKM dilangsungkan oleh kedua perusahaan lantaran konstruksi merupakan sektor yang cukup deras mendapat kucuran kredit dalam beberapa tahun ini.

Pasalnya, percepatan pembangunan proyek infrastruktur memang tengah digencarkan oleh pemerintah dengan melibatkan konstruktor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMD). Khususnya untuk proyek-proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kerja sama ini dinilai menguntungkan Bank Mandiri karena aliran kreditnya dijamin. Hal itu bisa meminimalisir risiko yang mungkin ditimbulkan bila kredit terlambat, bahkan tak bisa dikembalikan.


Keuntungan juga diperoleh Jamkrindo. Sebab, jumlah penyaluran premi tentunya akan meningkat. Apalagi, sumbangan penjaminan kredit konstruksi UMKM mencapai 17 persen dari total seluruh penjaminan kredit yang diberikan perusahaan.

Dengan begitu, Randi memproyeksi, penjamian kredit konstruksi UMKM ini bisa membantu perusahaan dalam mengejar pertumbuhan premi sekitar 15-17 persen dari tahun lalu.

Kendati tak menyebutkan rincian target pendapatan premi, namun Randi memastikan laba bisa menanjak dengan kisaran yang serupa.

Laba sampai akhir tahun lalu mencapai Rp1,02 triliun. Artinya, bila laba juga bertumbuh sekitar 15-17 persen, laba bisa menyentuh angka Rp1,17-1,19 triliun pada tahun ini.

Sementara itu, porsi penjaminan kredit saat ini juga diberikan ke sektor Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar 40 persen dan kredit multiguna hampir 20 persen. "Sisanya ke sektor lain-lain," imbuhnya.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto menambahkan, kerja sama penjaminan kredit dengan Jamkrindo untuk memitigasi risiko yang dapat menimbulkan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) ke depan.

"Asuransi bukan mengalihkan risiko, bank deal (sepakat) dengan risiko. Tetapi ada beberapa risiko yang bisa diterima dan ada yang tidak. Kalau sudah tidak bisa ditagih dan kebetulan di cover (dijamin) asuransi maka akan kami klaim," jelas Sulaiman pada kesempatan yang sama.

Kerja sama ini untuk menumbuhkan sinergi dengan perusahaan pelat merah lain. Bank Mandiri juga bekerja sama untuk penjaminan kredit dengan PT Askrindo, PT Jasindo, PT Asuransi Jiwasraya, dan PT Asuransi Asei Indonesia.

"Dari Rp740 triliun kredit Bank Mandiri, yang dijamin kredit oleh asuransi BUMN sudah sekitar 20 persen. Sisanya asuransi di luar BUMN dan tidak diasuransikan," pungkasnya.

Artinya, sekitar Rp148 triliun kredit Bank Mandiri dijamin oleh para asuransi pelat merah. Sayangnya, Sulaiman enggan merinci satu per satu besaran kredit yang dijamin tiap-tiap asuransi BUMN.

Jamkrindo setidaknya kredit yang telah dijamin sepanjang 2015-2017 telah mencapai Rp19,2 triliun. Penjaminan ini diberikan untuk Kredit Business Banking Rp159,8 miliar, dan Kredit Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa Rp13,4 miliiar.

Kemudian, Kredit Kontra Bank Garansi Rp461,7 miliar, Kredit Mikro Rp356,4 miliar, Kredit Multiguna Rp42,5 miliar, Kredit Serbaguna Mikro Mandiri Rp24,3 miliar, Kredit Tanpa Agunan Rp 43,9 miliar, Kredit Umum Rp3,5 miliar, Kredit Usaha Rakyat 2015 Rp18 miliar, dan Pembiayaan Invoice Rp 92,8miliar.

(lav/lav)