'Besar Pasak Daripada Tiang' Jadi Alasan Aksara Tutup Toko

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 08:55 WIB
'Besar Pasak Daripada Tiang' Jadi Alasan Aksara Tutup Toko Aksara Indonesia mengaku penurunan jumlah pengunjung dan penurunan pendapatan menjadi alasan kuat manajemen menutup dua gerainya di mal. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksara Indonesiariteler buku impor, mengaku penurunan jumlah pengunjung yang berakibat pada penurunan pendapatan menjadi alasan kuat manajemen menutup dua jaringan tokonya di Cilandak Townsquare dan Pacific Place.

Tak cuma itu, Juru bicara Aksara Indonesia Adinda Simandjuntak mengatakan beban biaya yang dipikul pun semakin berat karena ongkos penjualan buku impor tidak lah murah.

"Selain itu, sekarang banyak alternatif pembelian buku, karena ada e-commerce yang perkembangannya juga semakin kuat beberapa tahun ini," imbuh Adinda kepada CNNIndonesia.com, Selasa malam (17/4).


Manajemen melihat tidak ada potensi bisnis lagi untuk dilanjutkan oleh Aksara Indonesia. Jika dilanjutkan, biaya yang dikeluarkan perusahaan akan semakin besar.

Apalagi, tahun ini merupakan tahun jatuh tempo perpanjangan sewa lapak toko di dua pusat perbelanjaan tersebut.


Manajemen, kata Adinda, segera memutuskan menutup dua gerainya di mal. "Operasi ritel di mal semakin sulit. Sudah tidak masuk akal lagi dengan hasil yang diraih," jelasnya.


Namun demikian, manajemen mengklaim akan mempertahankan toko bukunya di Kemang, yang saat ini dalam proses renovasi. Diharapkan, momentum ini membawa Aksara kembali pada masa emasnya yang hanya menggantungkan harapan dari wilayah kelahirannya, yaitu Kemang.

"Jadi, ya sudah Aksara kembali berdiri sendiri di gedung Aksara di Kemang," tandas Adinda.

Bagi penikmat Aksara di Kemang, menurutnya, tak hanya toko buku yang ditawarkan di dalam gedung tersebut, melainkan juga ruang seni oleh Ganara Art Space, Ruang Seduh yang menyajikan kopi, dan bioskop oleh Kinosaurus.


"Sekarang sedang renovasi. Ganara Art Space okupansi akan menjadi 50 persen. Kemudian, Ruang Seduh diperbesar, nanti juga ada studio rekaman, dan kami juga akan menjual buku dari penerbit independen," terang dia.

Melalui berbagai mitra bisnis tersebut, Adinda optimistis Aksara di Kemang akan semakin ramai karena didukung juga oleh komunitas dari beberapa mitranya.

Ia menambahkan usai renovasi Aksara akan menjual 40 persen buku lokal dan 60 persen buku impor. Persentase penjualan buku lokal diperbesar dari sebelumnya yang hanya 30 persen.


"Renovasi segera selesai. Bulan puasa sudah buka lagi," tutup Adinda. (bir)