BTN Raup Untung Rp684 Miliar di Kuartal I

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 20:25 WIB
BTN Raup Untung Rp684 Miliar di Kuartal I Laba bersih BTN pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 15,13 persen menjadi Rp684 miliar, didorong penyaluran kredit perseroan yang tumbuh 19,34 persen. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih perseroan pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp684 miliar, naik 15,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan kredit yang mencapai 19,34 persen mencapai Rp202,5 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan bahwa kenaikan kredit perseroan membuat pendapatan bunga bersih perusahaan naik 16,2 persen. Alhasih, laba bersih perusahaan pun menanjak 15,13 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp594 miliar.

"Total kredit menyumbang pendapatan bunga naik 15,71 persen dan beban bunga tumbuh lebih rendah di level 15,32 persen," ujar Maryono di Jakarta, Kamis (19/4).


Maryono menjelaskan, kontribusi penyaluran kredit terbanyak atau 91,09 persen masih berasal dari kredit perumahan dengan nilai Rp184,46 triliun. Jumlah kredit perumahan itu naik 20,32 persen dari sebelumnya Rp153,31 triliun.

"Pada segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh 32,96 persen menjadi Rp79,14 triliun," jelas dia.


Sementara, KPR nonsubsidi tercatat Rp69,8 triliun atau naik 12,24 persen, kredit konstruksi naik 17,85 persen menjadi Rp27,03 triliun, sedangkan kredit perumahan lainnya sebesar Rp8,48 triliun.

Berbeda dengan kredit perumahan yang melonjak hingga 20 persen, kredit nonperumahan pada kuartal I 2018 hanya naik 10,17 persen menjadi Rp18,03 triliun dari Rp16,37 triliun.

"Pada segmen tersebut, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47 persen menjadi Rp14,07 miliar," jelas Maryono.


Lebih lanjut, Maryono mengatakan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) net perseroan turun menjadi 1,78 persen dari 2,35 persen dan NPL gross turun dari 3,34 persen menjadi 2,78 persen.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) perusahaan juga tercatat naik 23,54 persen sepanjang tiga bulan pertama ini menjadi Rp194,48 triliun. Dengan demikian, Maryono optimis pertumbuhan kredit dan pembiayaan lebih kencang tahun ini.

"DPK yang naik cukup kuat untuk mengimbangi target pertumbuhan kredit 20 persen sampai akhir tahun," pungkas Maryono. (agi/agi)