Harga Terkendali, Pemerintah Klaim Daya Beli Aman di Ramadan

NDY, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 22:01 WIB
Harga Terkendali, Pemerintah Klaim Daya Beli Aman di Ramadan Kementerian Perdagangan memperkirakan daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini diperkirakan terjaga seiring kenaikan harga atau inflasi yang terkendali. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan memperkirakan daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini diperkirakan terjaga seiring kenaikan harga atau inflasi yang terkendali.

"Saya melihatnya dari segi inflasi terkendali, sehingga daya beli masyarakat di bulan Ramadan ini aman," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti di Jakarta, Kamis (17/5).

Tjahya menjelaskan langkah-langkah yang dijalankan pemerintah terbukti ampuh dalam mengendalikan harga, terutama pangan menjelang bulan Ramadan. Salah satunya, dalam menstabilkan harga daging ayam dan telur yang sempat mengalami kenaikan.



"Dari hasil pantauan di 34 provinsi, harga ayam memang agak spesial, kami kemarin sudah memanggil peternak dan perusahaan unggas terintegrasi (integrator) untuk melakukan operasi pasar," kata Tjahya.

Pemerintah, antara lain, telah memanggil integrator untuk segera menggelontorkan daging ayam ke pasar. Integrator rencananya akan menggelontorkan ayam-ayam ke pasar sampai harga ayam sesuai dengan acuan Kemendag.

Ketentuan harga mengenai daging dan telur ayam di pasaran diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017. Sesuai peraturan tersebut, Harga Eceran Tertinggi (HET) daging ayam konsumen ditetapkan Rp32 ribu per kg sementara untuk harga telur di konsumen Rp22 ribu per kg.


Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga daging ayam saat ini mencapai Rp36 ribu per kilogram (kg). Angka ini melonjak ketimbang dua bulan sebelumnya di mana rata-rata harga daging ayam masih di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg).

Sementara itu, rata-rata harga telur ayam saat ini mencapai Rp27 ribu per kilogram (kg), sementara dua bulan sebelumnya harga rata-rata telur masih berada di kisaran Rp22.500 per kilogram (kg). (agi/agi)