"Saya melihatnya dari segi inflasi terkendali, sehingga daya beli masyarakat di bulan Ramadan ini aman," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti di Jakarta, Kamis (17/5).
Tjahya menjelaskan langkah-langkah yang dijalankan pemerintah terbukti ampuh dalam mengendalikan harga, terutama pangan menjelang bulan Ramadan. Salah satunya, dalam menstabilkan harga daging ayam dan telur yang sempat mengalami kenaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil pantauan di 34 provinsi, harga ayam memang agak spesial, kami kemarin sudah memanggil peternak dan perusahaan unggas terintegrasi (integrator) untuk melakukan operasi pasar," kata Tjahya.
Pemerintah, antara lain, telah memanggil integrator untuk segera menggelontorkan daging ayam ke pasar. Integrator rencananya akan menggelontorkan ayam-ayam ke pasar sampai harga ayam sesuai dengan acuan Kemendag.
Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga daging ayam saat ini mencapai Rp36 ribu per kilogram (kg). Angka ini melonjak ketimbang dua bulan sebelumnya di mana rata-rata harga daging ayam masih di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg).
Sementara itu, rata-rata harga telur ayam saat ini mencapai Rp27 ribu per kilogram (kg), sementara dua bulan sebelumnya harga rata-rata telur masih berada di kisaran Rp22.500 per kilogram (kg). (agi)