Daya Beli Membaik, Penjualan di Ramadan Bisa Dua Digit

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 12:09 WIB
Daya Beli Membaik, Penjualan di Ramadan Bisa Dua Digit Nielsen Company Indonesia menyebut daya beli masyarakat berpendapatan rendah membaik. Jika benar, penjualan ritel selama Ramadan bisa naik double digit. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Nielsen Company Indonesia Yongky Susilo menyebut daya beli masyarakat berpendapatan rendah menunjukkan pemulihan. Maklum, belakangan lama ini pemerintah menggulirkan bantuan sosial (bansos).

Kondisi ini membuatnya optimistis pertumbuhan ritel pada kuartal kedua bisa mencapai dua digit. Optimisme ini bukan isapan jempol mengingat kuartal kedua diisi oleh momentum Ramadan dan Lebaran.

Diharapkan, pertumbuhan penjualan ritel pada kuartal kedua ini dapat menopang penjualan ritel yang negatif pada kuartal sebelumnya. Pada kuartal pertama, pertumbuhan ritel disebut minus satu persen.


Optimisme lainnya, sambung Yongky, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiun.

Tak cuma pencairan THR, pemerintah menyebut jumlah THR PNS dan pensiun tahun ini meningkat karena komponennya bertambah.

"Ada langkah gebug-gebug pemerintah seperti ini bikin yakin bahwa pertumbuhan industri ritel di semester II ini bisa jadi double digit. Momentum sudah ada, angin sudah ada, tinggal bagaimana industri ritel memainkan gelombang ini saja," ujarnya, Rabu (23/5).

Lebih lanjut ia menuturkan, pertumbuhan dua digit ini sangat dimungkinkan karena juga ada faktor matematika. Ia mencontohkan, pertumbuhan kuartal II tahun lalu tidak bertepatan dengan hari raya idul fitri, sehingga secara otomatis, nilai pembandingnya pun jauh lebih rendah.

Yongky sendiri memprediksi bahwa pertumbuhan ritel di kuartal ini bisa mencapai 16 persen hingga 20 persen. Dengan kata lain, angka ini mendekati posisi dua tahun lalu, di mana pertumbuhan ritel kuartal III yang memiliki tanggal idul fitri tumbuh 16 persen.

"Di tahun lalu kan hanya 5 persen, kami harap ini bisa lebih besar, mencapai 15 hingga 20 persen," terang dia.


Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menuturkan sebetulnya penjualan ritel ini sudah menunjukkan sinyal perbaikan memasuki kuartal II.

Makanya, kini Aprindo kembali optimistis bisa membukukan nilai pertumbuhan industri sebesar 5 hingga 6 persen di sepanjang tahun ini. Padahal sebelumnya, melihat angka kuartal I kemarin, Aprindo sempat pesimistis pertumbuhan tahun ini hanya mentok 2,5 persen.

"Tapi angka 5 hingga 6 persen ini masih pesimistis. Tapi melihat trennya, kuartal II ada festive seperti idul fitri, dilanjut kuartal III sampai akhir tahun, semoga pertumbuhannya tetap stabil," imbuh dia.


(bir)