Jasa Marga akan Terapkan Sistem Satu Tarif untuk Tol Semarang

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 03:46 WIB
PT Jasa Marga Cabang Semarang akan menerapkan rekayasa tol satu tarif di tiga ruas tol dalam kota Semarang. Sejumlah mobil melintasi ruas Tol Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga Cabang Semarang akan menerapkan rekayasa tol satu tarif di tiga ruas tol dalam kota Semarang. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus dan menghindari terjadinya antria n panjang di gerbang tol pada arus mudik Lebaran 2018.

Tiga ruas tol dalam kota Semarang yang akan dijadikan satu tarif adalah Jatingaleh-Krapyak (seksi A), Jatingaleh-Srondol (seksi B) dan Jatingaleh-Kaligawe (seksi C). Nantinya, pengguna tol hanya akan dikenai tarif di gerbang masuk di ketiga ruas tol tersebut. Saat ini gerbang masuk ketiga ruas tersebut baru saja rampung dibangun.

"Nantinya, di tol Semarang seksi A,B,dan C hanya satu kali transaksi, satu tarif saja, hanya di gerbang masuk. Gerbang masuknya baru saja rampung kita bangun", ungkap General Manager Jasa Marga Cabang Semarang Johannes Mancelly, Kamis (24/5).
Rekayasa tol satu tarif di Semarang tak lepas dari integrasi tol transJawa, khususnya tol Batang-Semarang dan Tol Salatiga-Kartosuro yang dijadikan jalan fungsional pada mudik nanti. Ruas tol Semarang menjadi akses utama para pemudik yang menuju jalur selatan, yakni Solo atau Yogyakarta.


Untuk tol Semarang-Solo, pengguna jalan melakukan transaksi seperti biasa, dimana di gerbang tol Banyumanik hanya sebagai penanda awal masuk, karena transaksi akan dilakukan di gerbang Ungaran dan Salatiga.

Bagi yang ingin melanjutkan melewati ruas Salatiga-Kartosuro, maka tidak akan ada transaksi apapun karena masih merupakan jalan fungsional.
"Tol Semarang ini nanti jadi tumpuan utama, dari tol Batang-Semarang akan masuk disini, yang mau melanjutkan ke Solo juga melintasnya disini. Makanya harus diupayakan rekayasa agar tidak macet di gerbang tol", tambah Mancelly kepada CNN Indonesia.

Terkait waktu penetapan rekayasa tol satu tarif berikut besaran tarifnya, pihak Jasa Marga mengaku masih menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
(lav/lav)