Sikapi Ekonomi Terkini, BI Gelar RDG Dadakan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 28/05/2018 13:36 WIB
Sikapi Ekonomi Terkini, BI Gelar RDG Dadakan Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan bahwa Rabu (30/5) nanti BI akan menggelar RDG dadakan untuk menyikapi gejolak pasar keuangan yang terjadi saat ini. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dadakan yang rencananya digelar Rabu (30/5) mendatang. Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan rapat tersebut dilakukan untuk membahas kondisi pasar keuangan domestik yang sampai saat ini masih bergejolak.
BI sebenarnya sudah menyadari gejolak tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika yang ke depan diperkirakan makin agresif.


Kedua, pelebaran defisit Amerika yang memicu peningkatan kebutuhan pembiayaan utang lebih banyak dan bisa berefek ke pembalikan modal dari negara berkembang ke negara maju.
 
Ketiga, pengaruh risiko geopolitik, salah satunya dari potensi perang dagang Amerika dengan China. Tapi, kata Perry, faktor tersebut perlu direspons secara cepat oleh BI agar tidak berdampak besar pada ekonomi dalam negeri.

Sayangnya, Perry tidak menjelaskan secara rinci agenda yang akan dibicarakan dalam RDG Rabu mendatang. Ia hanya mengatakan pembicaraan akan fokus pada upaya BI dalam menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah serta pencapaian target inflasi.
Sementara itu, Sri Mulyani, Menteri Keuangan mengatakan bahwa berdasarkan rapat terakhir Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), walaupun mengalami gejolak, status pasar keuangan di dalam negeri masih dalam tahap normal dan belum meningkat menjadi waspada. Saat ini, pemerintah dan otoritas terkait juga siap menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
"Kalau kami dari sisi makro misal nanti harus melakukan penyesuaian dan mengorbankan pertumbuhan ekonomi sedikit, kami akan terima," katanya.



(agt/bir)