Menteri BUMN: Progres Bandara Ahmad Yani Sudah 97 Persen

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 02/06/2018 13:35 WIB
Menteri BUMN: Progres Bandara Ahmad Yani Sudah 97 Persen Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, akan beroperasi pekan depan, 8 Juni 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Semarang, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, akan beroperasi pada pekan depan, 8 Juni 2018.

"Saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai 97 persen dan sudah bisa melayani pemudik di lebaran nanti," ujarnya saat meninjau pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jumat (1/6).

Rini mengungkapkan terminal baru ini akan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 1 (Persero) atau AP 1. Terminal baru berkonsep ramah lingkungan (ecogreen) itu mampu menampung 6,9 juta penumpang per tahun atau meningkat signifikan dari kapasitas terminal lama yang hanya mencapai 800 ribu penumpang per tahun.



"Kami harus memastikan pelayanan masyarakat nyaman. Jangan sampai masyarakat tidak nyaman," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama AP1 Faik Fahmi mengungkapkan terminal baru Semarang ini sudah memenuhi syarat minimum pengoperasian bandara dari tim verifikasi Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

"AP 1 melakukan upaya percepatan pembangunan bersama pihak terkait karena pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani merupakan salah satu proyek strategis nasional," imbuh dia.


Sebelum beroperasi penuh, rencananya perseroan akan melakukan operasional uji coba perdana pada 6 Juni 2018.

"Kami uji coba dulu pakai dummy (contoh) 200 hingga 300 pemumpang," jelasnya.

Proyek pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menelan dana investasi Rp1,96 triliun yang digarap sejumlah BUMN kontruksi, yaitu PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT PP, PT Nindya Karya dan PT Abipraya.


Terminal baru tersebut memiliki luas 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar ketimbang terminal eksisting yang hanya 6.708 meter persegi.

Luasan apron baru juga meningkat dari 29.032 meter persegi menjadi 72.522 meter persegi dengan daya tampung apron mencapai 12 pesawat berbadan sempit (narrow body).

Tak hanya itu, lahan parkir di terminal baru ini lebih luas hampir 4 kali lipat dari sebelumnya, yaitu seluas 43.633 m2 dan bisa nampung hingga 1.200 mobil.


Penambahan pelayanan lainnya, antara lain aviobridge 3 unit, penggunaan passanger mover system, Baggage Handling System, dan Airport Operation Control Center.

Antisipasi Mudik Lebaran

Faik menuturkan dalam melayani mudik 2018, posko terpadu angkutan Lebaran 2018 akan diselenggarakan di terminal yang baru pada tanggal 7 - 24 Juni 2018 dengan melibatkan ratusan personil yang terdiri dari pegawai AP 1, Airnav, anak perusahaan, TNI, Polri dan beberapa petugas lainnya.

"Kami menyediakan fasilitas tambahan bagi penumpang, seperti moda transportasi berupa taksi bandara, BRT Trans Semarang dan Rent Car. Kami juga menyediakan 400 takjil gratis di terminal kedatangan dan keberangkatan," terang dia.


Ia menyebut rata-rata pergerakan pesawat yang datang maupun berangkat dari Bandara Ahmad Yani adalah sebanyak 120 pergerakan per harinya.

Sedangkan jumlah penerbangan tambahan (extra flight) yang ada di Bandara Ahmad Yani selama musim mudik Lebaran berjumlah 13 flight dengan rute Pangkalan Bun, Jakarta, Balikpapan, Denpasar dan Surabaya dari maskapai Nam Air, Sriwijaya Air, Trigana Air, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Batik Air.

Diperkirakan, puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan jatuh pada 8 dan 9 Juni 2018. Pergerakan pesawat, penumpang dan kargo saat posko angkutan Lebaran 2018 diprediksi naik delapan persen dibandingkan dengan tahun lalu. (bir)