Trump mengarahkan Perwakilan Dagang AS untuk mengidentifikasi produk-produk China seharga US$200 miliar yang bisa dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Hal itu diberlakukan apabila China melancarkan aksi balas dendamnya terhadap kebijakan proteksionisme AS.
"Tindakan lebih lanjut harus diambil untuk mendorong China mengubah praktik tidak adil, membuka pasarnya untuk barang-barang AS dan menerima hubungan perdagangan yang lebih seimbang dengan AS," ujarnya, mengutip CNN.com, Selasa (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Trump meneken kesepakatan tarif 25 persen terhadap US$50 miliar produk China. Kemudian, China menuding Trump melakukan perang dagang dan meluncurkan aksi balasan serupa.
Pemerintahan Trump menyebut pemberlakuan tarif tersebut sejatinya sebagai hukuman atas pencurian kekayaan intelektual yang dilakukan oleh China.
"China sepertinya tidak berniat mengubah praktik dagangnya yang tidak adil terkait kekayaan intelektual Amerika. Bukannya mengubah praktik-praktik itu, sekarang China malah mengancam perusahaan-perusahaan Amerika, para pekerja, dan para petani yang tidak berbuat salah," imbuh Trump.
US Bureau of Economic Analysis 2017 melansir nilai ekspor AS ke China sebesar US$187 miliar. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan impor AS dari China, yakni US$524 miliar. (bir)