IPO di Bursa Hong Kong, Xiaomi Incar Raup Dana Rp84 Triliun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Minggu, 24/06/2018 12:52 WIB
IPO di Bursa Hong Kong, Xiaomi Incar Raup Dana Rp84 Triliun Xiaomi menargetkan dapat meraup dana lebih dari US$6 miliar atau sekitar Rp84 triliun melalui IPO, lebih rendah dari rencana semula yang mencapai US$10 miliar. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu perusahaan pembuat telepon pintar (smartphone)Xiaomi menargetkan dapat meraup US$6 miliar atau sekitar Rp84 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) dari penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa Hong Kong.

Perusahaan teknologi asal China tersebut mengumumkan target dana yang diraup dari IPO tersebut pada Sabtu (23/6). Nilai tersebut sebenarnya berada dibawah rencana semula yang mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp140 triliun.

Kendati demikian, Xiaomi tetap menjadi perusahaan yang mencatatkan nilai IPO terbesar di dunia dalam dua tahun terakhir.


"Di masa depan, Xiaomi memiliki potensi besar untuk pertumbuhan. Kami adalah perusahaan langka, yang membuat perangkat keras, layanan e-commerce, dan internet," kata CEO Lei Jun pada konferensi pers di Hong Kong, seperti dikutip dari CNN.com.

Perusahaan teknologi ini berencana menjual 2,2 miliar saham kepada investor global dengan harga per saham berkisar antara 17-22 dolar Hong Kong atau sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu (kurs Rp1.795 per dolar Hong Kong).


James Paradise, Presiden Asia Pasifik Goldman Sach mengatakan valuasi atau nilai perusahaan Xiaomi saat ini berada di kisaran US$54 miliar hingga US$70 miliar atau sekitar Rp756 triliun hingga Rp980 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dari nilai valuasi perusahaan yang dilaporkan di awal tahun ini mencampai hampir US$100 miliar.

Dalam rencana IPO Xiaomi, Goldman Sach bertindak sebagai penjamin emisi.

Beberapa bulan lalu, Direktur Keuangan Xiaomi Chew Xhou Zi menekankan pihaknya tak pernah menyebut seberapa besar nilai valuasi perusahaan.

Hao Hong, Chief Strategist BOCOM Internasional (perusahaan broker yang berbasis di Hong Kong) menduga lebih rendahnya valuasi Xiaomi seiring kekhawatiran investor terhadap kemampuan Xiaomi menaikkan margin keuntungan di masa depan.


"Xiaomi mengambil pasar smartphone murah. Mereka tidak mengambil pasar premium seperti Apple dan Samsung. Itulah mengapa margin keuntunganya sulit diperluas," jelas dia.

Perdagangan saham Xiaomi di bursa saham Hong Kong diperkirakan akan dimulai pada 9 Juli. Perusahaan berencana menggunakan dana IPO untuk penelitian dan pengembangan, serta ekspansi global.

IPO diperkirakan akan membuat beberapa pendiri dan karyawan perusahaan teknologi ini sangat kaya.

Baru-baru ini Xioami memberikan Lei selaku CEO serta salah satu pendirinya. saham sekitar US$1,5 miliar sebagai penghargaan atas kontribusinya. (agi/agi)