Pemerintah: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Realistis

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 15:01 WIB
Pemerintah: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Realistis Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara. (CNN Indonesia/Yuli Yanna Fauzie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengaku tetap optimistis bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang sesuai asumsi makro 2019 sebesar 5,2-5,6 persen, meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali tahun ini dengan total 100 basis poin.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi 5,2-5,6 persen sudah lebih realistis dibandingkan dengan rencana pemerintah sebelumnya yang mencapai 5,4-5,8 persen.

"Itu sudah lebih rendah dari yang diajukan dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF)," papar Suahasil, Senin (2/7).



Menurut Suahasil, pemerintah menyadari kondisi ekonomi masih bergerak volatile, karena The Fed berpotensi menaikkan suku bunga acuannya lagi tahun ini hingga tiga sampai empat kali.

Sepanjang tahun ini, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali dengan total 50 bps. Dengan demikian, bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

"The Fed masih akan naik lagi, jadi angka pertumbuhan itu realistis karena di bawah rencana sebelumnya 5,4-5,8 persen," jelas Suahasil.


Tak hanya pertumbuhan ekonomi 2019 yang dianggapnya wajar, Suahasil juga menyebut target pertumbuhan ekonomi yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 5,18-5,4 persen juga realistis.

"Kan pada saat yang sama perbankan belum akan serta-merta menaikkan suku bunga," ujar Suahasil.

Ke depan, pemerintah akan menjaga pengeluaran dan berupaya meraih penerimaan negara sesuai target agar pengusaha tetap percaya untuk berinvestasi di Indonesia.


"Jadi, pelaksanaan APBN yang tepat waktu itu akan mendorong kepercayaan dunia usaha. Mereka (dunia usaha) akan merasa aman dan melakukan ekspansi," kata Suahasil. (lav/bir)