Kemensos Targetkan Angka Kemiskinan Turun di Akhir Era Jokowi

DZA, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 02:01 WIB
Kemensos Targetkan Angka Kemiskinan Turun di Akhir Era Jokowi Menteri Sosial Idrus Marham menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 9 persen di akhir kepemimpinan Jokowi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 9 persen pada akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019 mendatang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen.

"Solutif bagi kepentingan rakyat memproyeksikan akhir kepemimpinan Pak Jokowi bisa tekan 9,3 persen bahkan bisa 9 persen," kata Menteri Sosial Idrus Marham di Kementerian Sosial, Kamis (3/8).

Apabila dibandingkan dengan kondisi setahun sebelumnya pada Maret 2017 hingga Maret 2018, angka kemiskinan di Indonesia turun 1,8 juta jiwa. Mengingat pada Maret 2017 angka kemiskinan sebesar 27,77 juta orang atau turun sekitar 10,64 persen.


"Persentase angka kemiskinan per Maret 2018 tersebut merupakan angka terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia," kata Idrus.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk bisa mencapai target yang diharapkan. Himbara nantinya akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu baik tunai maupun non tunai seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Tidak hanya itu, Kementerian Sosial juga berkoordinasi dengan Bulog terkait dengan bantuan beras sejahtera (Rastra)

"Maka kita sudah sepakat secara bersama-sama, Himbara siap semua seluruh kelembagaan jaringan perbankan yang ada. Bulog juga perbaiki kualitas beras, sudah ada langkah Bulog," kata Idrus.


Kemensos pun juga menargetkan pada Agustus 2019 mendatang menjadi bulan tuntas bantuan sosial untuk PKH tahap ketiga dan Rasta tahap ke delapan. Untuk itu, Kemensos juga akan terus melakukan koordinasi dengan pihak kementerian terkait supaya bantuan sosial berjalan dengan efektif.

"Belum lagi kementerian lain, Kemendes, Kementan, KKP, Kementerian Agraria, ya dan lain lain secara bersama sama, (Kementerian) Kesehatan, Pendidikan," kata Idrus.


(pmg)