Nilai Tukar Lira Terhadap Dolar Melemah

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 22/08/2018 16:30 WIB
Nilai Tukar Lira Terhadap Dolar Melemah mata uang Lira (REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar Lira Turki melemah terhadap dolar, Rabu (22/8) setelah penasehat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Turki membuat 'kesalahan besar' dengan tidak membebaskan pendeta Amerika.

Awalnya Lira diperdagangkan pada 6,0900 pada 06.35 GMT. Namun nilainya mulai melemah dan menurun dengan nilai penutupan 6,0600 pada Selasa (21/8).

Lira kehilangan 37 persen dari nilainya tahun ini karena krisis mata uang yang dipicu oleh kekhawatiran atas pengaruh Presiden Tayyip Erdogan atas kebijakan moneter. Hal ini diperparah dengan perselisihannya dengan Washington.



Perdagangan tersebut jauh lebih tipis dari biasanya dan kemungkinan hal ini disebabkan karena perdagangan mata uang Turki di luar negeri (offshore) ditutup Senin tengah hari, menyambut liburan Iduladha.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan kepada Reuters bahwa selama kunjungan ke Israel, "Pemerintah Turki membuat kesalahan besar karena tidak melepaskan Pendeta Andrew Brunson."

"Hari-hari berlalu dan kesalahan itu berlanjut, krisis ini bisa berakhir segera jika mereka segera melakukan hal yang benar sebagai sekutu NATO, bagian dari Barat, dan membebaskan pendeta Brunson tanpa syarat," ucapnya.


Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu, Donald Trump meminta Turki untuk melepaskan Brunson. Hanya saja sampai saat ini pemerintahan Turki belum menanggapi komentar Trump.

Bronson yang berasal dari Carolina Utara dan tinggal di Turki selama dua dekade. Namun dia sudah ditahan selama 21 bulan di Turki atas tuduhan terorisme. Hal ini pun dibantahnya. Saat ini dia menjadi tahanan rumah. (chs)