JEDA

Berkebun, Cara Suhariyanto Menenangkan Diri

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 25/08/2018 13:32 WIB
Berkebun, Cara Suhariyanto Menenangkan Diri Berkutat dengan data seringkali membuat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto terasa penat. Berkebun adalah obat mujarab meredakan kejenuhan. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sehari-hari berkutat dengan data seringkali membuat kepala terasa penat. Hal itu pula yang dirasakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. Bergelut di bidang statistik sejak 1983 silam tak pelak membuat ia jenuh.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini lantas punya berbagai cara demi mengusir kepenatan. Ia mengaku punya tiga jurus, yakni membaca, menulis, dan berkebun.

Mulanya, menulis adalah kegemaran utama Kecuk, terutama menyusun karya ilmiah. Tak jarang, karya tulisnya sudah bertaraf internasional sampai berhasil dikompilasi di jurnal ilmiah luar negeri. Sayang, kegemarannya tak lagi bisa sering dilakukan setelah ia menjabat sebagai Kepala BPS sejak 2016 silam dengan kesibukan yang menggunung.



Kini, ia lebih sering meluangkan waktu di pekarangan rumahnya untuk berkebun. Hal ini, lanjut Kecuk, memang gemar dilakukannya sejak masa kecil yang ia habiskan di Blitar, Jawa Timur. Ia mengaku senang dengan dunia agrikultur. Bahkan, kecintaan Kecuk akan sektor ini berlanjut ke jenjang pendidikan tinggi, di mana ia mendapatkan gelar S3 bidang Ekonomi Agrikultur di University of Reading, Inggris.

"Berkebun, bagi saya adalah sebagai cara demi menenangkan diri, karena memang kadang kita perlu untuk menjaga jarak dengan pekerjaan," ujar Suhariyanto.

Luas kebun yang dimilikinya memang disebut tak seberapa. Kendati begitu, ia cukup rajin merawat kebun yang terletak di pekarangan rumahnya itu. Tanaman seperti pohon rambutan dan mangga tak luput dari perhatiannya setiap hari.


"Bisa dibilang saya suka menanam apa saja, karena memang sejak kecil saya tinggal di pedesaan. Berkebun membuat saya dekat dengan lingkungan masa kecil saya," ungkapnya.

Selain sarana menenangkan diri, berkebun juga dimanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran. Utamanya untuk menguji data yang diolah instansinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ia memiliki sudut pandang sebagai pengumpul data yang hanya mengamati kondisi yang ada di masyarakat. Namun terkadang, ia merasa perlu untuk menempatkan dirinya sebagai pihak yang memproduksi data-data tersebut.


"Dengan berkebun, terkadang saya perlu juga untuk melihat data yang dirilis BPS untuk kemudian saya analisis juga. Menurut saya, dengan cara ini, saya memiliki pengetahuan baru serta merasa rileks dalam waktu bersamaan," pungkas Kecuk. (lav/bir)