Industri Asuransi Umum Kantongi Premi Rp33,1 Triliun

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 27/08/2018 18:55 WIB
Industri Asuransi Umum Kantongi Premi Rp33,1 Triliun Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membukukan premi bruto sebesar Rp33,1 triliun per semester I 2018 atau tumbuh 11 persen dibanding semester I 2017. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membukukan premi bruto sebesar Rp33,1 triliun hingga Juni 2018.

Wakil Ketua AAUI Trinita Situmean mengatakan pencapaian itu tercatat tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp29,8 triliun.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, lini asuransi penerbangan dan satelit berkontribusi paling besar dengan pertumbuhan 188,2 persen, yaitu dari Rp194,7 miliar menjadi Rp561,0 miliar.


Diikuti oleh lini asuransi tanggung gugat dengan pertumbuhan 52,9 persen menjadi Rp1,56 triliun. Peningkatan asuransi tanggung gugat seiring dengan berkembangnya bisnis professional liability, ekspansi perusahaan ke produk liability pengangkutan, dan liability wisata.

Meski lini-lini asuransi tersebut di atas tumbuh kencang, namun dari sisi nilai preminya, asuransi harta benda masih menjadi penyumbang premi tertinggi. Premi asuransi harta benda tercatat Rp8,35 triliun pada paruh pertama tahun ini.

"Ini didukung oleh penjualan properti residensial dan pertumbuhan penawaran properti komersial. Lalu penyaluran kredit kepemilikan tempat tinggal juga meningkat," katanya, Senin (27/8).


Sementara, tiga lini asuransi lainnya tercatat turun sepanjang semester I, yakni asuransi rangka kapal yang turun 4,2 persen, asuransi energi turun 9,2 persen, dan rekayasa turun 15,4 persen.

Lebih lanjut Trinita mengungkapkan permintaan klaim sepanjang Januari-Juni 2018 menanjak 3,3 persen menjadi Rp12,87 triliun dari sebelumnya Rp12,46 triliun.

"Untuk asuransi kredit jumlah klaimnya naik 232,6 persen," imbuh dia.


Jumlah klaim untuk asuransi kredit mencapai Rp1,73 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp521 miliar.

"Kontribusi klaim didominasi harta benda dan kendaraan bermotor dengan proporsi 50,4 persen. Angkanya turun ya 1,5 persend dibanding semester satu tahun lalu," katanya.

Hingga akhir tahun nanti, AAUI menargetkan pendapatan premi bisa naik mencapai 10-15 persen.


"Dengan kemarin gempa berulang di Lombok ini sedikit banyak akan membawa dampak positif. Kami turut berduka juga ya," jelasnya Trinita.

Menurutnya, tingkat kepedulian masyarakat dengan kepemilikan asuransi akan lebih tinggi pasca gempa bumi di Lombok. Ditambah, secara historis asuransi umum akan lebih meningkat pada kuartal IV setiap tahunnya.

"Jadi kalau dilihat statistiknya akhir tahun akan meningkat jauh," tutur dia.

Sementara, pendapatan premi dari sektor kendaraan bermotor juga akan menopang kinerja industri asuransi umum di tengah peningkatan penjualan motor.

"Jika penjualan kendaraan bermotor naik, itu akan berdampak pada industri. Itu dari sisi makronya," tandasnya.


(bir)