Luhut: Jokowi Pantas Banggakan Capaian Kerjanya

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 14:44 WIB
Luhut: Jokowi Pantas Banggakan Capaian Kerjanya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan Jokowi pantas membanggakan kinerjanya. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai Presiden Joko Widodo saat ini pantas membanggakan semua capaian kerjanya.

Luhut mengatakan bahwa selama empat tahun menjadi presiden, Jokowi memang sudah menunjukkan prestasi kerja besar.

Salah satu prestasi adalah menjaga kondisi ekonomi Indonesia tumbuh stabil walau menghadapi gempuran dari pelemahan ekonomi global. 


"Sangat pantas, semua data ekonomi bagus walau masih ada yang kurang di sana sini," katanya di Jakarta, Selasa (21/8).


Kritik atas klaim prestasi yang telah dilakukan oleh Jokowi disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

Kritik ia sampaikan terkait klaim Jokowi soal penurunan angka kemiskinan di pemerintahannya. 

Ferry mengatakan bahwa klaim Jokowi soal penurunan angka kemiskinan di masa pemerintahannya tidak sesuai kondisi di lapangan.

Menurutnya, pada masa pemerintahan Jokowi masyarakat justru banyak yang terperangkap kemiskinan.


Luhut mengatakan kritik yang disampaikan oleh Ferry tersebut wajar. Apalagi, Ferry berasal dari kubu partai oposisi pemerintah.

Walaupun demikian, ia berharap dalam memberikan kritik, kubu oposisi tidak asal. Ia minta kritik diberikan berdasarkan data valid.

Imbauan tersebut ia tujukan terkait kritik Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sebagai informasi Zulkifli saat pidato Sidang Tahunan MPR Kamis (16/8) lalu mengkritik utang pemerintah.

Ia menyebut bahwa pembayaran utang pemerintah yang jatuh tempo pada 2018 kemarin mencapai Rp400 triliun, lebih besar tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan Dana Desa dan enam kali lebih besar dari anggaran kesehatan.

Zulkifli mengatakan bahwa angka utang tersebut tak wajar.

"Seperti itu saya pikir jangan dilakukan, jangan  membohongi anak-anak dengan memanipulasi data. Jadi, kalau membaca data tidak paham, jangan bicara," katanya.
 
(agt/bir)