Artikel opini jurnal ideologi Partai Komunis Qiushi, atau mencari kebenaran, yang terbit Sabtu (1/9) memperingatkan bahwa perang dagang dan ekonomi antara Washington dan Beijing bisa mengancam " pertumbuhan ekonomi China, stabilitas finansial, perdagangan dan investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat", terutama di sektor industri yang terkena kebijakan tarif AS.
"Tetapi di saat bersamaan, kita harus melihat bahwa fundamental pertumbuhan ekonomi China tidak berubah. Terutama struktur ekonomi China yang dalam beberapa tahun terakhir membaik dengan pesat yang pada akhirnya telah meningkatkan kemampuan menghadapi kejutan-kejutan eksternal."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membuka mekanisme transmisi kebijakan moneter dan mengarahkan dana agar berinvestasi di sektor ekonomi riil, terutama UMKM, bisa menghilangkan kesulitan atau pembiayaan yang malah dan memperkuat kemampuan industri finansial dan ekonomi riil dalam menghadapi risiko."
China harus "memperkuat perlindungan hak properti intelektual, melindungi hak-hak yang legal dan kepentingan investor asing dan menciptakan lingkungan berbisnis yang baik dalam berinvestasi di China," tulis Zhong.
China akan "merelaksasi akses pasar secara besar-besaran" dan "dengan pasti memperluas pembukaan di industri finansial, terus melanjutkan upaya membuka industri jasa dan menambah pembukaan akses di industri pertanian, pertmbangan dan manufaktur," katanya.
Lihat juga:Perang Dagang, China akan Gugat AS ke WTO |
Tetapi seorang pejabat pemerintah China mengatakan awal tahun ini bahwa pembukaan industri finansial bagi bank dan institusi keuangan asing akan dilakukan berdasarkan prinsip timbal balik dan tidak akan menerima langkah proteksionisme negara lain.
China dan Amerika saling mengenakan tarif atas produk kedua negara yang dimpor satu sama lain.
Perang dagang ini dipicu oleh penerapan tarif terhadap produk China seperti alat bajak, bahan semi kondukter dan komponen pesawat bernilai US$34 miliar oleh Presiden Trump pada Juli lalu.
Lihat juga:China Akan Gelar Pertemuan Dagang dengan AS |
Pemerintah Donald Trump telah mengancam akan mensasar pengenaan tarif produk China bernilai total US$500 miliar yang diterapkan secara bertahap. (yns)