Boeing Bantu Investigasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT -610

CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 13:49 WIB
Boeing Bantu Investigasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT -610 Ilustrasi pesawat Lion Air. (CNNIndonesia.com/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen pesawat, Boeing menyatakan bakal memberikan bantuan teknis guna menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh perairan Karawang pagi ini, Senin (29/10). Pesawat JT 610 merupakan pesawat jenis 737 Max 8 yang diproduksi perusahaan pesawat asal Amerika Seriat (AS) tersebut.

"Boeing siap memberikan bantuan teknis untuk investigasi kecelakaan. Sesuai dengan protokol internasional, semua pertanyaan investigasi kecelakaan penerbangan diarahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," jelas Boeing dalam keterangan resminya, Senin (29/10).

Dalam keterangan tersebut, Boeing juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban atas jatuhnya pesawat tersebut.



Lion Air merupakan salah satu konsumen loyal Boing. Saat ini, mayoritas pesawat Lion Air merupakan buatan Boing. Khusus untuk jenis pesawat 737 Max 8, Lion Air bahkan menjadi maskapai pertama yang menggunakan jenis pesawati ini di Tanah Air mulai pertengahan tahun lalu.

Dalam keterangan resminya, mereka bahkan berencana memesan sebanyak 218 unit pesawat jenis tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 pesawat sampai pada tahun lalu.

Pesawat 737 MAX 8 memiliki panjang 39,5 meter dan memiliki bentangan sayap 35,9 meter dan tinggi 12,3 meter.


Pesawat jenis ini disebut mampu menghemat delapan persen pengeluaran operasi pesawat per kursi dan mengurangi emisi karbon sebesar 14 persen. Pesawat ini juga diklaim menghemat airframe maintenance (biaya perawatan) sebesar 20 persen.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang sebelumnya dikabarkan hilang kontak saat pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10, pukul 06.20 WIB.

Pesawat ini diinformasikan berada pada ketinggian 2.500 meter sebelum hilang kontak pukul 06.50 WIB. Jumlah korban akibat kecelakaan pesawat ini mencapai 189 orang, termasuk di antaranya 2 pilot dan 6 kru.  (agi/agi)