Edy Rahmayadi Tolak Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 18:35 WIB
Edy Rahmayadi Tolak Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut Logo PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara. (Dok. banksumut.com).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) menolak pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) perusahaan Edie Rizliyanto yang kini sudah ditetapkan menjadi pucuk pimpinan PT Jasindo.

Hal itu diungkapkan Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara yang sekaligus berperan mewakili pemegang saham pengendali, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Sumut yang membahas pengunduran diri Edie Rizliyanto.

"Penolakan dalam arti dia (Dirut) harus mempertanggung jawabkan kerjanya dulu selama menjabat," kata Edy Rahmayadi seperti dikutip Antara, Selasa (30/10).



Menurut Edy, Dirut Bank Sumut harus bertanggung jawab atas kinerja perusahaan yang dibuktikan dengan hasil audit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain menolak pengunduran diri Edie Rizliyanto, para pemegang saham juga sepakat untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab sementara pimpinan yang tidak aktif itu kepada direktur lainnya.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Bank Sumut No 006/Dir/SP-Hk/PBS/2015 tentang Tata Tertib dan Tata Cara Menjalankan Pekerjaan Direksi Bank Sumut.

"Operasional Bank Sumut kan tidak bisa berhenti,"katanya.


Edi Rahmayadi menyebutkan Bank Sumut masih menunggu audit yang dilakukan oleh OJK.

"Tergantung beliau (Edie Rizliyanto) mau datang atau tidak, yang pasti beliau tidak aktif lagi dan tugasnya digantikan oleh direktur lainnya dan pertanggungjawabannya diminta,"ujar Edy.

Edie Rizliyanto yang dikonfirmasi soal penolakan pemegang saham atas pengunduran dirinya mengatakan akan menanyakan hal itu kepada Dewan Komisaris Bank Sumut.

Sebelumnya, Edie Rizliyanto mengaku sudah menyampaikan pengunduran diri sebagai Dirut Bank Sumut pada 5 Oktober 2018. Edie menyampaikan pengunduran diri karena ditunjung sebagai Direktur Utama PT Jasindo.


Pada November 2015, Edie Rizliyanto pernah diperiksa oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Sumut periode 2012-2013.

Menurut Ketua Tim Penyidik Perkara dana hibah dan bantuan sosial Sumut Victor Antonius, pemeriksaan terhadap Edie dilakukan untuk mengetahui peran Bank Sumut dalam penyaluran dana hibah dan bansos kala itu. (lav/agi)