Tahun Depan, Asuransi Astra Bakal Diversifikasi Portofolio

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 11:18 WIB
Tahun Depan, Asuransi Astra Bakal Diversifikasi Portofolio Direktur Utama Asuransi Astra Rudy Chen. (Dok. Asuransi Astra).
Gianyar, CNN Indonesia -- PT Asuransi Astra Buana bakal lebih gencar melakukan diversifikasi portofolio produk untuk mengurangi tekanan bisnis karena lambatnya penjualan otomotif. Saat ini, sekitar 50 persen portofolio bisnis perusahaan masih terkonsentrasi pada lini asuransi ritel atau otomotif.

Direktur Utama Asuransi Astra Rudy Chen menerangkan portofolio bisnis otomotif turun pada kuartal ketiga tahun ini. Namun, secara keseluruhan bisnis masih bertumbuh yang ditopang oleh lini komersial dan kesehatan.

"Kami tahu, pertumbuhan sektor otomotif terbatas. Tetapi, boleh dibilang blessing in disguise juga karena harga komoditas naik, batu bara misalnya. Sehingga, portofolio bisnis komersial meningkat. Ini yang perlu kami lakukan ke depan, diversifikasi," tutur Rudy di Gianyar, Ubud, akhir pekan lalu.


Sebagai gambaran, pada kuartal ketiga tahun ini, perusahaan mencatat pertumbuhan premi asuransi sebanyak tujuh persen menjadi Rp2,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp2,66 triliun.

Dari total premi tersebut, 50 persen di antaranya berasal dari segmen ritel yang banyak didominasi oleh produk asuransi otomotif. Sedangkan sisanya sekitar 35 persen dari segmen komersial dan 15 persen dari asuransi kesehatan.

"Tahun depan, kalau bicara dengan ukuran bisnis kami saat ini, pertumbuhan (premi) single digit seharusnya sudah besar. Karenanya, untuk menopang bisnis ke depan, diversifikasi harus dilakukan, terutama di segmen ritel, misalnya asuransi perjalanan," imbuhnya.


Sebagai upaya, perusahaan telah menyiapkan kanal digital khusus untuk produk-produk asuransi ritel, seperti asuransi rumah, asuransi pendidikan, asuransi kecelakaan diri, dan asuransi perjalanan.

Produk-produk tersebut ditawarkan secara online. Artinya, masyarakat bisa membeli dan melakukan pembayaran tanpa harus ke kantor cabang perusahaan. "Saya kira, sekarang era-nya masyarakat mulai belanja online. Karena mudah. Kami menawarkan itu," katanya.


(bir)