Pemerintah Rampungkan Pembangunan Bendungan Mila di Sumbawa

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 10:21 WIB
Pemerintah Rampungkan Pembangunan Bendungan Mila di Sumbawa Ilustrasi bendungan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bendungan tersebut siap beroperasi atau digenangi pada Desember 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimulkono menyebut Bendungan Mila merupakan bendungan kedua yang rampung di Pulau Sumbawa setelah Bendungan Tanju yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Juli lalu. Saat ini, terdapat tiga bendungan lainnya yang tengah dan akan dibangun, yakni Bendungan Bintang Bano, Bendungan Beringan Sila, dan Bendungan Meninting.

"Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali," kata Menteri Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/11).



Bendungan Mila rencananya akan memiliki kapasitas tampung sebesar sebanyak 6,57 juta m3 dengan kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja.

Selain menjadi sumber air, bendungan ini diharapkan juga akan mengurangi banjir di kecamatan Woja. Pembangunannya sudah dikerjakan sejak 2015 dengan biaya pembangunan sebesar Rp233 miliar.

Bendungan Mila dan Tanju merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Kompleks (SIRK). Rababaka sendiri merupakan nama sungai utama di Kabupaten Dompu yang potensial sebagai sumber air untuk irigasi dan air baku.


Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 juga melakukan pengelolaan Sungai Rababaka, Sungai Tanju, dan Sungai Mila dalam satu sistem yakni Sistem Irigasi Rababaka Kompleks.

Air dari Sungai Rababaka dialirkan melalui saluran interbasin ke Sungai Mila untuk mengisi tampungan Bendungan Mila dan sebagian lagi dialirkan ke Sungai Tanju yang ditampung oleh Bendungan Tanju.

Disamping Bendungan, juga dibangun Bendung Pengalih, saluran interbasin sepanjang 17 km dan bangunan pembagi aliran air ke masing-masing bendungan. (agi/agi)