Sandi Klaim Warga Peduli Inflasi Ketimbang Infrastruktur

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 06:08 WIB
Sandi Klaim Warga Peduli Inflasi Ketimbang Infrastruktur Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait kenaikan harga, meski data pemerintah menunjukkan tingkat inflasi di tahun lalu terbilang rendah.(CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mengatakan sudah mendatangi 1.000 titik di Indonesia selama masa kampanye. Di dalam kunjungannya, ia mengaku tak hanya melakukan lawatan politik, tetapi juga mendengar keluhan masyarakat.

Menariknya, menurut dia, salah satu keluhan masyarakat yang kerap didengar bukanlah mengenai infrastruktur, tetapi kenaikan harga-harga umum atau biasa disebut inflasi. Dari masalah itu, keluhan masyarakat kemudian merembet ke masalah penghasilan, daya beli, hingga lapangan pekerjaan.

"Saya di 1.000 titik tidak pernah ada yang bertanya tentang planning dan execution dari infrastruktur. Yang mereka keluhkan lagi-lagi masalah penghasilan dan daya beli, lapangan pekerjaan, dan harga-harga barang pokok," jelas Sandiaga, Rabu (9/1).



Ia berdalih, infrastruktur yang dibangun saat ini rata-rata berupa jalan, baik jalan tol maupun jalan nasional. Namun menurut dia, pembangunan itu tidak dirasakan secara langsung kepada masyarakat kecil karena mereka tidak memiliki kendaraan lantaran penghasilan yang cukup minim.

Sebetulnya, lanjut Sandiaga, masyarakat sangat mengapresiasi kehadiran infrastruktur. Namun, ia menganggap pemanfaatan infrastruktur hanya menjadi angan-angan bagi "wong cilik" yang lebih banyak berkutat pada upaya memenuhi kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini sangat disayangkan Sandiaga di tengah klaim pemerintah bahwa inflasi kian melandai setiap tahunnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kenaikan harga atau inflasi sepanjang 2018 tercatat 3,13 persen atau lebih rendah dari tahun lalu 3,61 persen. Angka inflasi ini, menurut Sandi, tak dipahami masyarakat.


"Inflasi ini mereka tidak mengerti karena kenyataannya harganya naik. Ini kondisi di mana data melawan cerita. Saya pernah ke pasar mendengar keluhan ibu-ibu harga naik, ini harusnya diapresiasi, jangan malah lawan mereka dengan data-data," jelas dia.

Kendati demikian, Sandiaga bilang bahwa infrasruktur tetap dibutuhkan dengan syarat perencanaan dan eksekusi yang baik. Sandi lagi-lagi mengutip laporan Bank Dunia yang mencatut kondisi kualitas infrastruktur yang menjadi sorotan. Namun, ia mengaku tak mau berpolemik lagi terkait laporan tersebut.

"Kami perlu telaah dengan saat hati-hati perencanaan infrastruktur. The point is, kita memang ada kelemahan di perencanaan dan eksekusi infrastruktur, namun kita harusnya jangan baper. Ini menjadi masukan bagi Prabowo-Sandi ke depan agar perencanaan dan eksekusi infrastruktur bisa lebih baik," pungkas dia. (glh/agi)