Target Transaksi di Trade Expo 2019 Capai Rp42 Triliun

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 15:47 WIB
Target Transaksi di Trade Expo 2019 Capai Rp42 Triliun Ilustrasi Trade Expo Indonesia. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan total transaksi produk dan jasa dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 bisa mencapai lebih dari US$2,99 miliar atau Rp41,86 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda mengatakan angka itu merupakan realisasi transaksi produk dan jasa TEI tahun lalu. Jumlahnya hanya sebagian kecil dari total produk dan jasa yang mencapai US$8,49 miliar.

"Sebanyak US$8,49 miliar itu kan US$5,5 miliar investasi. Kami fokus ke barang dan jasa tahun ini," kata Arlinda, Senin (25/3).


Arlinda menjelaskan agenda tahunan kali ini akan menjajakan produk dan jasa khas Indonesia sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan ekspor dan memperluas pasar ekspor.


Sejumlah pelaku usaha nasional dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi peserta dari kegiatan ini. Beberapa produk dan jasa yang akan ditampilkan, misalnya produk makanan dan minuman (mamin), manufaktur, dan furnitur.

"Artinya di tengah ekonomi global seperti ini semangat untuk meningkatkan ekspor tetap kami lakukan. Jadi ini salah satu upaya promosi yang kami lakukan," ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan pemerintah juga akan memanfaatkan ajang tersebut untuk melakukan pertemuan dengan berbagai delegasi negara. Hal ini demi menjaring investasi masuk ke dalam negeri.

"Indikator pertumbuhan ekonomi kan selain konsumsi ada investasi dan ekspor. Jadi mudah-mudahan tahun ini bisa juga terjadi transaksi di bidang investasi," ujar Arlinda.


Ia menyebut pengunjung TEI juga berasal dari mancanegara. Tahun lalu, jumlah pengunjung pameran tercatat sebanyak 33.333 orang dari 132 negara. Arlinda berharap jumlah pengunjung bisa lebih ramai tahun ini.

Dalam hal ini, Kemendag juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mendatangkan calon pembeli dari luar negeri. Dengan begitu, jumlah barang yang diekspor juga semakin banyak.

"Kami optimistis TEI akan berkontribusi signifikan bagi kinerja ekspor Indonesia, baik jangka pendek maupun panjang," tutur dia.

Sebagai informasi, jumlah ekspor per Februari 2019 sebesar US$12,53 dan impor sebesar US$12,2 miliar. Ini artinya neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$330 juta.

(lav)