Dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mulai Dibangun 2019

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 15:35 WIB
Dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mulai Dibangun 2019 Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi. (www.starenergy.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun ini, dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan dibangun. Proyek tersebut adalah, PLTP Patuha 2 dan PLTP Dieng 2.

PT Geo Dipa Energi (persero) selaku kontraktor proyek tersebut telah melaksanakan pencanangan (groundbreaking) atas dua proyek yang masing-masing berkapasitas 60 megawatt tersebut. 

Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim mengatakan pembangkit ini adalah perluasan dari dua pembangkit milik Geo Dipa yang sudah beroperasi, yakni Dieng 1 berkapasitas 60 MW dan Patuha 1 berkapsitas 55 MW. Rencananya, dua pembangkit yang dibangun tersebut bisa beroperasi 2023 mendatang.


"Proyek ini memiliki nilai investasi US$300 juta dan pendanaannya disediakan oleh Asian Development Bank (ADB)," ujar Riki, Kamis (25/4).


Menurut dia, groundbreaking dua proyek ini merupakan langkah perusahaan untuk memaksimalkan potensi panas bumi yang dimilikinya. Saat ini, Geo Dipa memiliki potensi panas bumi sebesar 1.200 MW. Namun potensi tersebut baru tergarap 115 MW saja.

Dengan proyek ini, rencananya kapasitas pembangkit Geo Dipa bisa mencapai 270 MW di 2023 mendatang. Pasalnya, selain ekspansi pembangkit di Dieng dan Patuha, perusahaan juga akan mengoperasikan PLTP skala kecil dengan kapasitas 10 hingga 15 MW dan 10 hingga 15 MW Organic Rankine Cycle Power Plant.

Pembangkit tersebut rencananya akan beroperasi 2020 dan 2022.

"Selain itu kami juga tengah melakukan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Arjuno Welirang di Jawa Timur dan Candi Umbul Telomoyo di Jawa Tengah," papar dia.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral FX Sutijastoto mengatakan potensi panas bumi di Indonesia cukup besar. Namun saat ini pemanfaatan potensi tersebut masih minim.

Menurut data yang dimilikinya, potensi panas bumi di Indonesia mencapai 39 ribu MW, namun pemanfaatannya baru mencapai 1.948 MW.

Pemerintah berharap, pemanfaatan panas bumi bisa naik jadi 6.310 MW pada 2025 sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019 hingga 2028 mendatang. Artinya, pemanfaatan panas bumi di bauran energi bisa naik dari 5 persen menjadi 11 persen di periode yang sama.

"Tentu ini sangat bagus, karena pada 2025 mendatang, energi panas bumi bisa mengurangi ketergantungan energi fosil. Mungkin sekitar 11 ribu ekuivalen barel minyak per hari," imbuh dia. (glh/agt)