Budi Karya optimistis mogok kerja tak akan dilakukan lantaran ia akan berkomunikasi dengan Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga). Meski sebelumnya kabar rencana mogok kerja sempat dianggap merupakan kabar bohong alias hoaks, namun ia menyatakan tetap akan melakukan komunikasi dengan para pekerja.
"Insyaallah tidak (ganggu operasional penerbangan). Kami minta mereka menahan diri. Nanti hari Senin (besok), saya akan kirim surat ke mereka," ungkap Budi Karya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kedua komisaris sekaligus pemegang 28,08 persen saham Garuda Indonesia tidak setuju dengan keputusan direksi yang memasukkan piutang senilai US$239,94 juta sebagai pendapatan. Piutang itu didapat dari hasil kerja sama antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia, anak usaha Grup Garuda Indonesia.
Walhasil, perusahaan berhasil menyulap rugi pada tahun lalu menjadi laba bersih sebesar US$809,84 ribu atau setara Rp11,33 miliar. Lebih lanjut, kisruh ini memunculkan surat pernyataan dari APG dan Sekarga yang kemudian tersebar ke publik.
"Baru rencana tetapi sudah bocor ke mana-mana. Jadi bukan untuk wacana publik atau bukan siaran pers," kata Bintang.
Karyawan Garuda yang diwakili oleh APG dan Sekarga merasa pernyataan salah satu pemegang saham perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Pullman pada Rabu (24/4) telah menjadi sentimen negatif untuk harga saham Garuda Indonesia. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga luntur terhadap maskapai tersebut. (uli/mik)