'Mogok Kerja SP Garuda Tak Ganggu Operasional Penerbangan'

uli, CNN Indonesia | Minggu, 28/04/2019 10:55 WIB
'Mogok Kerja SP Garuda Tak Ganggu Operasional Penerbangan' Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meyakini kabar rencana mogok kerja dari pilot dan pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak akan mengganggu operasional penerbangan perusahaan pelat merah itu maupun penerbangan nasional. Budi yakin mogok kerja tidak akan dilakukan oleh para karyawan Garuda Indonesia.

Budi Karya optimistis mogok kerja tak akan dilakukan lantaran ia akan berkomunikasi dengan Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga). Meski sebelumnya kabar rencana mogok kerja sempat dianggap merupakan kabar bohong alias hoaks, namun ia menyatakan tetap akan melakukan komunikasi dengan para pekerja.

"Insyaallah tidak (ganggu operasional penerbangan). Kami minta mereka menahan diri. Nanti hari Senin (besok), saya akan kirim surat ke mereka," ungkap Budi Karya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).


Budi Karya enggan berkomentar lebih lanjut terkait kabar rencana mogok karyawan Garuda Indonesia. Sebelumnya, beredar surat rencana aksi mogok kerja dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Sekarga di publik.

Dalam surat tersebut tertulis rencana mogok kerja bakal dilakukan para pilot dan pramugari maskapai nasional itu lantaran tidak setuju dengan kisruh kejanggalan laporan keuangan perusahaan.

Kisruh itu terjadi karena dua komisaris, yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria selaku komisaris enggan membubuhkan tanda tangan pada laporan keuangan tersebut.

Pasalnya, kedua komisaris sekaligus pemegang 28,08 persen saham Garuda Indonesia tidak setuju dengan keputusan direksi yang memasukkan piutang senilai US$239,94 juta sebagai pendapatan. Piutang itu didapat dari hasil kerja sama antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia, anak usaha Grup Garuda Indonesia.

Walhasil, perusahaan berhasil menyulap rugi pada tahun lalu menjadi laba bersih sebesar US$809,84 ribu atau setara Rp11,33 miliar. Lebih lanjut, kisruh ini memunculkan surat pernyataan dari APG dan Sekarga yang kemudian tersebar ke publik.

Presiden APG Bintang Hardiono mengklaim surat yang tersebar ke media massa itu hoaks. Namun, setelah dihubungi kembali ia mengakui bahwa surat itu benar tapi baru berupa draft.

"Baru rencana tetapi sudah bocor ke mana-mana. Jadi bukan untuk wacana publik atau bukan siaran pers," kata Bintang.

Karyawan Garuda yang diwakili oleh APG dan Sekarga merasa pernyataan salah satu pemegang saham perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Pullman pada Rabu (24/4) telah menjadi sentimen negatif untuk harga saham Garuda Indonesia. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga luntur terhadap maskapai tersebut. (uli/mik)