Ricuh Bikin Omzet Pedagang Tanah Abang Lenyap Rp75 M

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 13:14 WIB
Ricuh Bikin Omzet Pedagang Tanah Abang Lenyap Rp75 M Ilustrasi demo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pedagang di Pasar Tanah Abang kehilangan omzet hingga Rp75 miliar akibat penutupan kawasan pada Rabu (22/5). Jumlah tersebut setara dengan rata-rata omzet yang diraih pedagang di pasar Tanah Abang sekitar Rp2 juta - Rp3 juta dalam sehari.

Manajer Promosi Blok A Tanah Abang Hery Supriyatna mengatakan jumlah kios di Pasar Tanah Abang mencapai 20 ribu-25 ribu. Kios itu tersebar di berbagai kawasan, yakni Blok A, Blok B, Blok C, Blok F, Blok G, dan Metro.

"Kalau diperhitungkan masing-masing kios itu Rp2 juta-Rp3 juta per hari. Itu dikalikan saja 25 ribu kios, jadi sekitar Rp75 miliar omzet mereka yang hilang kalau ditutup," tutur Hery kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

Hery berujar jumlah pengunjung ke Pasar Tanah Abang biasanya menyentuh 100 ribu per hari. Namun, khusus di Blok A sebanyak 20 ribu-30 ribu per hari.


Menurutnya, penutupan Pasar Tanah Abang ini merupakan dampak kericuhan aksi massa yang terjadi sejak Selasa (21/5) malam hingga saat ini.

Bentrok antara aparat keamanan dan massa terjadi di sekitar kantor Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga Tanah Abang.

"Jadi, kalau dilihat kawasan Tanah Abang semuanya juga ditutup, tidak ada pengunjung juga," katanya.

Keputusan penutupan itu, sambung Hery, ditetapkan secara mendadak merespons perkembangan yang terjadi di lapangan. Ia menampik bila keputusan itu tak ditetapkan sejak jauh-jauh hari.

[Gambas:Video CNN]

"Situasional sebenarnya kami sampaikan ke pedagang kemarin. Kondisi semalam agak ricuh akhirnya kami tutup," jelas Hery.

Pengelola Pasar Tanah Abang belum bisa memastikan apakah penutupan ini akan dilanjutkan hingga Kamis (23/5) besok atau tidak. Semua itu masih bergantung dari aksi demo hari ini.

"Kalau nanti malam sudah kondusif, besok bisa buka," pungkasnya.


(ulf/bir)