Tol Trans Jawa Dorong Jonan Minta Tambah Subsidi Solar

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 20:04 WIB
Tol Trans Jawa Dorong Jonan Minta Tambah Subsidi Solar Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan agar subsidi minyak solar untuk 2020 dialokasikan untuk 15,58 juta kiloliter (kl). Usulan ini naik sekitar 7,4 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar 14,5 juta kl.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan peningkatan alokasi subsidi solar tak lepas dari pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa. 

"Dengan Jalan Tol Trans Jawa, kami berasumsi ada kenaikan penggunaan solar, walaupun tidak banyak tetapi pasti ada kenaikan," ujar Jonan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (20/6).


Selain itu, Jonan, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat yang membuat masyarakat banyak memilih pergi dengan menggunakan jalur darat. Kondisi tersebut diperkirakan turut mendongkrak konsumsi solar. 


Jonan mengungkapkan besaran subsidi terbatas minyak solar tahun depan maksimal Rp2 ribu per liter. Artinya, secara nominal, usulan kebutuhan subsidi solar tahun depan maksimal Rp31,16 triliun.

"Angka (subsidi terbatas solar) bukan tetap tetapi maksimal Rp2 ribu per liter karena angka minyak mentah naik turun sedangkan harga jual tetap," ujarnya.

Adapun hingga akhir Mei 2019, realisasi penyaluran subsidi solar telah mencapai 6,4 juta kl.


Selain subsidi solar, tahun depan, pemerintah juga akan mengalokasikan subsidi untuk minyak tanah sebesar 0,56 juta kl atau merosot 8,2 persen dari pagunya tahun ini, 0,61 juta kl.

"Subsidi minyak tanah turun karena ada konversi ke LPG," ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengalokasikan subsidi untuk LPG tabung 3 kilogram (kg) yang diusulkan sebanyak 6,98 juta metrik ton (MT) atau sama dengan alokasi tahun ini. Alokasi subsidi LPG 3 kg diusulkan dengan asumsi tidak ada perubahan kebijakan tahun depan. (sfr/agt)